Rahasia yang Tersimpan Napoleon Bonaparte Ternyata Muslim

Rahasia yang Tersimpan Napoleon Bonaparte Ternyata Muslim

Availability: Habis persediaan


Biografi tentang Napoleon Bonaparte begitu menarik perhatian seluruh dunia siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte seorang Jendral dan Kaisar Perancis. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang di tulis oleh Michael H.

Peperangan Era Napoleon adalah serangkaian peperangan pada waktu Napoleon Bonaparte memerintah Negara Perancis pada tahun 1799-1815. Perang ini terjadi khususnya di benua Eropa, tetapi perang tersebut terjadi di beberapa tempat di benua lainnya dan merupakan kelanjutan dari perang Revolusi Perancis tepatnya pada tahun 1789. Perang ini menyebabkan perubahan besar sistem kemiliteran di Eropa.

Banyak yang menceritakan bahwa Napoleon keturunan Makasar? Apakah benar ia adalah keturunan Sultan Hasanuddin? Lalu mengapa Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya di hadapan dunia International? Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya?

Lalu apakah benar yang menyebabkan Napoleon Bonaparte meninggal dunia karena penyakit kanker lambung yang telah dideritanya? Atau karena Racun arsenik penyebab kematian Napoleon?

Anda akan temukan jawabannya dalam buku ini.


Informasi Tambahan

ISBN:

9786027765078

Ukuran:

14 x 20,5 cm

Halaman:

149

Penulis:

R.M. Irwan

Penerbit:

Titik Media

Tahun:

2012

Reviews

There are no reviews yet, would you like to submit yours?

Be the first to review “Rahasia yang Tersimpan Napoleon Bonaparte Ternyata Muslim”

Related Products

  • Sale!
    Complete Guide Pokemon Go Unofficial Version

    Complete Guide Pokemon Go (UnOfficial Version) Gotta Know Em All

    Rp 70,000 Rp 63,000
  • Sale!
    50 Terobosan Manajemen Yang Perlu Anda Ketahui

    50 Terobosan Manajemen Yang Perlu Anda Ketahui

    Rp 282,000 Rp 254,000
  • Argumen Puncak Allah : Kearifan Dan Dimensi Batin Syariat Kebahagiaan dan kemaslahatan manusia merupakan tujuan utama setiap hukum, termasuk hukum agama. Buku ini memaparkan alasan (hujjah) yang melatari setiap ketentuan agama. Ia menerangkan tingkatan makna yang lebih dalam dari simbol-simbol dan praktik-praktik tradisional, seraya memadukan pendekatan tekstual dari sisi mistik, intelektual, dan tradisional, sehingga muncul sebuah tafsir batin yang menarik terhadap simbol-simbol dan praktik-praktik tersebut. Melalui berbagai pendekatan, Syâh Waliyullâh berhasil menjelaskan nilai-nilai agama sebagai suatu panduan menyeluruh yang diturunkan untuk mewujudkan kebahagiaan atau kemaslahatan manusia. Ia memaparkan lapisan-lapisan pemaknaan yang dibentuk oleh para ahli teori hukum Islam dan para ahli linguistik. Ia berangkat lebih jauh dengan memaparkan makna yang lebih dalam dari sekadar pengertian lingustik murni. Ia menjelaskan berbagai aspek hukum Islam dan hadis-hadis Nabi dengan memasukkan aspek-aspek yang lebih halus, termasuk aspek mistik. Ia juga memberi perhatian khusus kepada aspek sosial dengan mengemukakan berbagai konsep sosial dan perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa. Untuk mengetahui alasan puncak Allah dalam membebankan berbagai kewajiban, manusia harus memahami dan menyingkapkan makna-makna dari setiap tanda dan simbol (syi‘âr) yang terhampar di seluruh semesta. Syâh Waliyullâh menyebut bukunya ini sebagai Hujjat Allâh al-Bâlighah karena ia laksana sebuah cabang yang membentang dari pohon “argumen puncak Allah”. * * * * Syâh Waliyullâh adalah pemikir yang sangat tanggap terhadap berbagai krisis yang terjadi pada masanya dengan selalu menampilkan sikap moderat dan selalu berusaha mencari jiwa atau hikmah dalam berbagai perintah yang disampaikan melalui hadis-hadis Nabi dan firman Allah Swt. (Fazlur Rahman, intelektual muslim) Hujjah Allâh al-Bâlighah bukan saja telah berupaya menjebol tali konservatisme tradisi Islam dalam semangat kedalaman ilmiah, melainkan juga menawarkan gagasan cerdas mengenai kemajuan kehidupan umat Islam. (Abdul Muqsith Ghazali, pakar ushul fikih) Usia sebuah gagasan transformatif jauh lebih panjang ketimbang penggagasnya. Syâh Walî Allâh boleh meningal dunia beberapa abad lalu, tetapi gagasan dan pemikiran keislamannya yang cerdas, kritis, dan transformatif juga bisa hidup terus sejalan dengan alur sejarah masa depan. (TASHWIRUL AFKAR, Jurnal Refleksi Pemikiran Keagamaan dan Kebudayaan)

    Argumen Puncak Allah

  • Sale!
    Komputer Akuntansi MYOB SMK

    Komputer Akuntansi MYOB SMK : Kompetensi Mengoperasikan Aplikasi Komputer Akuntansi MYOB

    Rp 118,000 Rp 106,000