Sale!
Pertanian Postmodern Jalan Tengah Vertikal Generasi Era Bonus Demografi Membangkitkan Peradaban Nusantara

Pertanian Postmodern (Jalan Tengah Vertikal Generasi Era Bonus Demografi Membangkitkan Peradaban Nusantara)

Rp 120,500 Rp 120,000


Pertanian Postmodern (Menuju Pertanian 5.0 Berbasis Agriecofacture) Jalan Tengah Vertikal Generasi Era Bonus Demografi Membangkitkan Peradaban Nusantara

Sebagai bangsa yang dianugerahi keberlimpahan berbagai sumber daya, Indonesia memiliki segalanya. Keragaman hayati lautan nomor satu dan keragaman hayati daratan nomor dua di dunia. Apa yang bangsa lain tidak punya, ada di indonesia. Hanya 4 yang tidak dimiliki generasi bangsa saat ini, yakni keyakinan diri, percaya diri, harga diri, dan identitas diri. Penduduknya nomor 3 di dunia, tetapi nasibnya seperti zombie-zombie tidak berjiwa. Kemanusiaan memudar karena dikendalikan utang dan hegemoni neokolonisasi. Belum lagi ancaman besar dari desain besar genosida budaya agraris dan maritim indonesia yang beragam oleh berbagai pihak yang tersembunyi di balik metafor pembangunan. Meminjam praksis postmodern, gagasan pertanian postmodern ditawarkan untuk menyulut debat filosofis.

Bisakah indonesia bertahan dalam modernitas yang menyengsarakan?.. Akankah kita bungkam atas makna sejati di balik isme-isme dan kamuflase-kamuflase pembangunan?.. Akankah kita bangga dengan kelangkaan dan lupa dengan keberlimpahan?.. Akankah keinginan (pasar, efisiensi dan maksimalisasi produksi) mereduksi kebutuhan (kecukupan, keberagaman dan spesifik lokal)?.. Akankah generasi post-industri dibiarkan berjalan dalam lorong sunyi kebenaran ilusi?.. Siapkah generasi era bonus demografi lepas dari neokolonisasi, meski harus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja kreatif, dan bekerja inovatif membangun kembali puing-puing peradaban yang berserakan?..

Buku Pertanian Postmodern Jalan Tengah Vertikal Generasi Era Bonus Demografi Membangkitkan Peradaban Nusantara karya Iwan Setiawan, Dika Supyandi, Siska Rasiska dan M. Gunardi Judawinata ini dapat dijadikan pembangkit motivasi bagi generasi era bonus demografi yang lahir dari rahim kemodernan, dibuahi imperium global, lalu dibesarkan nilai keduniaan dan ilusi kebenaran. Hal tersebut mengkhawatirkan karena mampu membuat generasi menjadi miskin dalam keberlimpahan.

Daftar isi Buku Pertanian Postmodern :
• Pertanian dalam imperialismepostmodern
• Menawarkan gagasan membangun kesadaran dan kecerdasan
• Titik balik Pertanian modern
• Paradigma pertanian post modern
• Presisi pertanian postmodern (studi komparasi pertanian jalan tengah)
• Petani dan pelaku pertanian post modern; rekonstruksi mental, budaya dan orientasi petani dan pelaku pertanian
• Pertanian postmodern; konstruksi baru daya saing berkelanjutan indonesia
• Prasyarat mewujudkan pertanian post modern; belajar dari peradaban islam renaisance eropa
• Penutup; hipotesis, thesis, dan sinthesis pertanian

( Pertanian Postmodern )


Informasi Tambahan

ISBN:

9789790027749

Ukuran:

(251 gram)

Penulis:

Iwan Setiawan, Dika Supyandi, Siska Rasiska & M.Gunardi Judawinata

Penerbit:

Penerbit Buku Penebar Swadaya (Penebar Swadaya Grup)

Tahun:

2018

Produk Deskripsi

Pertanian Postmodern (Menuju Pertanian 5.0 Berbasis Agriecofacture) Jalan Tengah Vertikal Generasi Era Bonus Demografi Membangkitkan Peradaban Nusantara

Sebagai bangsa yang dianugerahi keberlimpahan berbagai sumber daya, Indonesia memiliki segalanya. Keragaman hayati lautan nomor satu dan keragaman hayati daratan nomor dua di dunia. Apa yang bangsa lain tidak punya, ada di indonesia. Hanya 4 yang tidak dimiliki generasi bangsa saat ini, yakni keyakinan diri, percaya diri, harga diri, dan identitas diri. Penduduknya nomor 3 di dunia, tetapi nasibnya seperti zombie-zombie tidak berjiwa. Kemanusiaan memudar karena dikendalikan utang dan hegemoni neokolonisasi. Belum lagi ancaman besar dari desain besar genosida budaya agraris dan maritim indonesia yang beragam oleh berbagai pihak yang tersembunyi di balik metafor pembangunan. Meminjam praksis postmodern, gagasan pertanian postmodern ditawarkan untuk menyulut debat filosofis.

Bisakah indonesia bertahan dalam modernitas yang menyengsarakan?.. Akankah kita bungkam atas makna sejati di balik isme-isme dan kamuflase-kamuflase pembangunan?.. Akankah kita bangga dengan kelangkaan dan lupa dengan keberlimpahan?.. Akankah keinginan (pasar, efisiensi dan maksimalisasi produksi) mereduksi kebutuhan (kecukupan, keberagaman dan spesifik lokal)?.. Akankah generasi post-industri dibiarkan berjalan dalam lorong sunyi kebenaran ilusi?.. Siapkah generasi era bonus demografi lepas dari neokolonisasi, meski harus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja kreatif, dan bekerja inovatif membangun kembali puing-puing peradaban yang berserakan?..

Buku Pertanian Postmodern Jalan Tengah Vertikal Generasi Era Bonus Demografi Membangkitkan Peradaban Nusantara karya Iwan Setiawan, Dika Supyandi, Siska Rasiska dan M. Gunardi Judawinata ini dapat dijadikan pembangkit motivasi bagi generasi era bonus demografi yang lahir dari rahim kemodernan, dibuahi imperium global, lalu dibesarkan nilai keduniaan dan ilusi kebenaran. Hal tersebut mengkhawatirkan karena mampu membuat generasi menjadi miskin dalam keberlimpahan.

Daftar isi Buku Pertanian Postmodern :
• Pertanian dalam imperialismepostmodern
• Menawarkan gagasan membangun kesadaran dan kecerdasan
• Titik balik Pertanian modern
• Paradigma pertanian post modern
• Presisi pertanian postmodern (studi komparasi pertanian jalan tengah)
• Petani dan pelaku pertanian post modern; rekonstruksi mental, budaya dan orientasi petani dan pelaku pertanian
• Pertanian postmodern; konstruksi baru daya saing berkelanjutan indonesia
• Prasyarat mewujudkan pertanian post modern; belajar dari peradaban islam renaisance eropa
• Penutup; hipotesis, thesis, dan sinthesis pertanian

( Pertanian Postmodern )