Pendidikan ABK Tunanetra

Pendidikan ABK Tunanetra

Rp 67,000


Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Tunanetra

Buku Pendidikan ABK Tunanetra ini merupakan panduan bagi guru, orang tua, dan masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang anak berkebutuhan khusus dengan hambatan penglihatan atau tunanetra.

Memberikan penjelasan tentang kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dan layanan pendidikan yang perlu diberikan kepadanya agar label tunanetra yang selama ini melekat sebagai orang yang perlu dikasihani dan dibantu perlahan hilang.

Dalam Buku Pendidikan ABK Tunanetra ini juga diuraikan secara umum tentang batasan-batasan ketunanetraan sehingga para pembaca dapat mengidentifikasi secara sederhana apakah seseorang dikatakan sebagai tunanetra atau tidak, juga tentang bagaimana memaksimalkan indra-indra yang masih berfungsi pada seorang tunanetra.

Penulis memperkenalkan kepada para pembaca tentang tulisan Braille yangs selama ini dipakai oleh para tunanetra sebagai media baca tulisnya, alat-alat yang dipakai dalam membaca dan menulis Braille serta format tulisan Braille.


Informasi Tambahan

ISBN

9786027635951

Ukuran

14 x 20,5 cm

Penulis

Drs. Asep AS. Hidayat, M.Pd. & Ate Suwandi, M.Pd

Penerbit

Luxima Metro Media

Reviews

There are no reviews yet, would you like to submit yours?

Be the first to review “Pendidikan ABK Tunanetra”

Related Products

  • HAJI GRATIS SEMUA BISA KE BAITULLAH

    HAJI GRATIS SEMUA BISA KE BAITULLAH

  • Sale!
    Panduan kesehatan Keluarga

    Panduan Kesehatan Keluarga

    Rp 718,000 Rp 647,000
  • Sale!
    Teori & Hukum Pembuktian

    Teori Dan Hukum Pembuktian

    Rp 156,000 Rp 140,000
  • Perang Salib Sudut Pandang Islam Perbincangan tentang konflik antaragama, terutama agama-agama besar dunia—Yahudi, Kristen, dan Islam—sering kali dihubungkan dengan peristiwa Perang Salib. Bahkan, Perang Salib kerap dilihat sebagai awal kontak yang melahirkan ketegangan dan sikap permusuhan antara Barat dan Timur. Buku Perang Salib Sudut Pandang Islam ini tidak memberikan uraian kronologis tentang peristiwa yang berlangsung antara 1099 hingga 1291 itu, dan hingga masa-masa selanjutnya. Buku ini ditulis dengan maksud memperkenalkan aspek-aspek yang lebih luas dari sejarah Perang Salib dari perspektif kaum muslim, dengan secara khusus berusaha menggali sumber-sumber yang berasal dari kaum muslim Abad Pertengahan. Tentu saja bias tak dapat dihindari. Tapi perspektif ini akan cukup bermanfaat, terutama untuk menyeimbangkan kecenderungan Eropasentris yang mewarnai bidang kajian ini. Sejumlah tema disajikan, untuk dapat mengungkapkan reaksi kaum muslim terhadap kehadiran Tentara Salib. Segi ideologis dikupas tuntas, dan nilai penting konsep jihad dianalisis dalam konteks direbutnya kembali Tanah Suci dan diusirnya Tentara Salib. Bagian yang lain berusaha masuk ke sisi militer, menyangkut persenjataan, jalannya peperangan, pengepungan, taktik pertempuran, benteng-benteng, dan sebagainya, dengan didasarkan pada karya-karya tulis dan sejumlah karya seni. Segi pertempuran laut yang terabaikan juga diulas mendalam. Ada pula bagian yang menggambarkan pola interaksi masyarakat muslim dengan komunitas Tentara Salib. Pada akhirnya, seluruh uraian dalam buku ini berusaha menunjukkan bagaimana peristiwa yang dikenal dengan Perang Salib itu memengaruhi dunia Islam, baik secara kultural maupun psikologis, juga dalam konteks interaksi kaum muslim dengan Barat. "Sebuah karya yang baru dan inovatif. Nilai lebihnya tidak hanya terdapat dalam penuturannya yang detail, tapi juga bagaimana penulis buku ini, Carole Hillenbrand, memandu para sejarawan Barat pada bahan-bahan sumber, baik yang tak diketahui oleh mereka atau yang hanya dapat diperoleh versi terjemahannya. Untuk pembaca, karya ini memperkenalkan latar pikiran kaum muslim Abad Pertengahan, menyajikan sebuah sudut pandang yang benar-benar berbeda tentang Perang Salib. Buku ini baik untuk dibaca oleh kalangan Barat maupun umat Islam sendiri, untuk memberi wawasan pemahaman yang lebih baik tentang peristiwa yang, hingga tingkat tertentu, turut membentuk masa kini." (Jonathan Riley-Smith, Emmanuel College , Cambridge) "Perang Salib dari sudut pandang Barat telah menghasilkan karya-karya yang begitu kaya dan melimpah dalam waktu lebih dari satu abad. Di sisi lain, sangat sedikit studi yang mencermati respons kaum muslim terhadap Perang Salib. Karya ini hadir untuk mengisi ruang tersebut. Dengan analisis yang mendalam dan bekal sumber-sumber berbahasa Arab, karya ini mencoba menjelaskan motif dan maksud kaum muslim .... Karya ini, yang menunjukkan dengan jelas dampak Perang Salib yang terus dirasakan kaum muslim hingga kini, merupakan sebuah kontribusi yang luar biasa pada kajian sejarah tentang relasi Timur dan Barat." (Anne-Marie Eddé, Universitas de Reims)

    Perang Salib Sudut Pandang Islam