Sale!
MENGAPA SISWA GAGAL

Mengapa Siswa Gagal By John Holt

Rp 254,000 Rp 228,000


Mengapa Siswa Gagal : Terjual Lebih Dari 1.000.000 Eksemplar

Banyak siswa di sekolah mengalami kegagalan. Mereka gagal mengembangkan kemampuan mereka untuk belajar, memahami, serta menciptakan, yang sudah dikaruniakan kepada mereka sejak lahir, dan yang sebetulnya sudah sangat baik mereka kembangkan dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka. Itu semua terjadi karena rasa takut, bosan, dan bingung. Mereka takut mengecewakan banyak orang dewasa yang cemas di sekitar mereka, bosan karena banyak dari hal-hal yang mereka terima di sekolah bersifat sepele dan kurang bermakna, serta bingung karena apa yang dikatakan kepada mereka hampir tidak memiliki hubungan apa pun dengan apa yang sungguh-sungguh mereka ketahui (dengan model mentah realitas yang ada di kepala mereka). Buku Mengapa Siswa Gagal By John Holt ini dipersembahkan bagi guru, sekolah, dan orang tua yang sering kali gagal dalam mendidik anak-anak, namun mau belajar dari kegagalan-kegagalannya.

Pertama kali diterbitkan pada pertengahan 1960-an, Buku Mengapa siswa Gagal memicu gerakan reformasi dalam bidang pendidikan, yang terus berlanjut sampai hari ini. Pemahamannya akan anak-anak, kejernihan pikirannya, serta kedalaman perhatian dan cintanya terhadap anak-anak telah membuat Mengapa Siswa Gagal dan buku-buku Holt lainnya menjadi karya klasik yang tak lekang dimakan zaman.

John Holt (1927-1985), salah seorang kritikus pendidikan terkemuka, adalah pengarang 10 buku berpengaruh yang sudah diterjemahkan ke dalam 14 bahasa. Dikenal sebagai pembaru yang gigih dan penuh semangat, serta sebagai “suara akal budi yang lembut” (Majalah Life), John Holt menawarkan kepada kita gagasan-gagasan menarik tentang hakikat pembelajaran yang bahkan lebih relevan lagi dewasa ini daripada sebelumnya.

( Mengapa Siswa Gagal )


Informasi Tambahan

ISBN:

9789790992948

Ukuran:

14 x 21 cm – (350 gram)

Halaman:

320

Penulis:

John Holt

Penerbit:

ERLANGGA

Produk Deskripsi

Mengapa Siswa Gagal : Terjual Lebih Dari 1.000.000 Eksemplar

Banyak siswa di sekolah mengalami kegagalan. Mereka gagal mengembangkan kemampuan mereka untuk belajar, memahami, serta menciptakan, yang sudah dikaruniakan kepada mereka sejak lahir, dan yang sebetulnya sudah sangat baik mereka kembangkan dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka. Itu semua terjadi karena rasa takut, bosan, dan bingung. Mereka takut mengecewakan banyak orang dewasa yang cemas di sekitar mereka, bosan karena banyak dari hal-hal yang mereka terima di sekolah bersifat sepele dan kurang bermakna, serta bingung karena apa yang dikatakan kepada mereka hampir tidak memiliki hubungan apa pun dengan apa yang sungguh-sungguh mereka ketahui (dengan model mentah realitas yang ada di kepala mereka). Buku Mengapa Siswa Gagal By John Holt ini dipersembahkan bagi guru, sekolah, dan orang tua yang sering kali gagal dalam mendidik anak-anak, namun mau belajar dari kegagalan-kegagalannya.

Pertama kali diterbitkan pada pertengahan 1960-an, Buku Mengapa siswa Gagal memicu gerakan reformasi dalam bidang pendidikan, yang terus berlanjut sampai hari ini. Pemahamannya akan anak-anak, kejernihan pikirannya, serta kedalaman perhatian dan cintanya terhadap anak-anak telah membuat Mengapa Siswa Gagal dan buku-buku Holt lainnya menjadi karya klasik yang tak lekang dimakan zaman.

John Holt (1927-1985), salah seorang kritikus pendidikan terkemuka, adalah pengarang 10 buku berpengaruh yang sudah diterjemahkan ke dalam 14 bahasa. Dikenal sebagai pembaru yang gigih dan penuh semangat, serta sebagai “suara akal budi yang lembut” (Majalah Life), John Holt menawarkan kepada kita gagasan-gagasan menarik tentang hakikat pembelajaran yang bahkan lebih relevan lagi dewasa ini daripada sebelumnya.

( Mengapa Siswa Gagal )

Reviews

There are no reviews yet, would you like to submit yours?

Be the first to review “Mengapa Siswa Gagal By John Holt”

Related Products

  • Undang Undang Aparatur Sipil Negara ASN UU RI No 5 Tahun 2014 Tentang ASN

    Undang-Undang Aparatur Sipil Negara ASN (UU RI No 5 Tahun 2014 Tentang A.S.N)

  • Samudera Al-Fatihah

    Samudera Al-Fatihah : Manfaat Dan Keistimewaan Induk Al-Quran

  • Sale!
    Arduino Mega Panduan Untuk Mempelajari Pembuatan Berbagai Proyek Elektronika

    Arduino Mega : Panduan Untuk Mempelajari Pembuatan Berbagai Proyek Elektronika

    Rp 290,000 Rp 261,000
  • Kisah Hidup Umar ibn Khattab Pernahkah Anda mendengar seorang kaisar agung sang penakluk dua imperium besar, Romawi dan Persia yang tidak memiliki seorang ajudan pun. Rakyat kerap melihat ia tengah memanggul sekarung tepung dan gandum, sekantong minyak dan kurma, untuk ia bagi-bagikan ke rumah janda-janda dan anak-anak yatim. Sendirian! Itulah Khalifah Umar tokoh pemberani tapi penuh perhitungan dan suka bermusyawarah. Dialah hawri Rasul terdekat, orang tepercaya sekaligus penasihat utamanya. Dialah sahabat paling cemerlang, sang inspirator umat Islam. Dialah kaisar agung tetapi hidupnya lebih sederhana daripada seorang sahaya: makanannya roti juwawut atau kurma, minumnya air putih, ranjangnya alas tikar yang sudah lusuh. Pakaiannya penuh jahitan karena banyak robek. Al-Frq sang pembeda. Demikian julukan yang diberikan Rasulullah untuk Umar. Umar sangat menyukai dan kerap memakai julukan ini. Dijuluki demikian karena Umar dapat membedakan yang haq dan yang bathil, yang baik dan yang buruk. Rasulullah berkata, Allah telah menempatkan kebenaran pada lisan dan hati Umar. Dialah mampu membedakan yang hak dan yang batil, (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, al-Hakim). Al-Frq juga diartikan sebagai penjaga Rasulullah dan pencerai-berai barisan kaum kafir, musuh yang senantiasa membangkang dan melawan dakwah Islam. Saat Nabi berdakwah sembunyi-sembunyi, Umar bertanya, Ya Rasulullah, bukankah hidup dan mati kita dalam kebenaran? Ya! jawab Nabi. Jika demikian, mengapa kita diam-diam mendakwahkan ajaran kita? Demi Dzat yang mengutusmu atas nama kebenaran, saatnya kita keluar! Setelah itu, Nabi keluar bersama dua barisan sahabat, masing-masing dipimpin Umar dan Hamzah. Ketika mereka memasuki Kabah, tak satu pun orang Quraisy berani mengganggu mereka.

    Kisah Hidup Umar ibn Khattab