Sale!
Jurnalistik Radio

Jurnalistik Radio : Kiat Menulis Berita Radio

Rp 186,000 Rp 167,000


Jurnalistik Radio : Kiat Menulis Berita Radio

Dalam penulisan berita radio, sebaiknya menggunakan kalimat aktif. Struktur berita radio berwujud piramida terbalik (inverted pyramid). Cara penulisan berita radio merupakan ekbalikan dari menulis sebuah karya literature. Dalam cara penulisan konvensional seperti bentuk literature, yang pertama muncul adalah indroduksi, kemudian fakta-fakta yang semakin lama semakin penting, memuncak sampai pada klimaks dan diakhiri dengan kesimpulan atau konklusi.

Alur penulisannya kronologis. Sedangkan menulis berita merupakan kebalikan dari penulisan literer atau konvensional tadi. Biasanya paragraph kedua berisi keterangan tentang “siapa” (who) yang melakukan “apa” tadi, “di mana” (where) kejadian atau peristiwa tersebut berlangsung, dan “kapan” (when), serta pada kejadian “apa” tersebut berlangsung. Lalu dilanjutkan dengan “mengapa” (why) dia melakukan hal itu, dan “bagaimana” (how) dia melakukannya. Kemudian saatnya untuk mengisi alinea ketiga dengan unusr atau keterangan-keterangan lain untuk menunjang arti penting dari fakta-fakta yang telah dikemukakan sebelumnya.

Dibagian akhir Buku Jurnalistik Radio karangan Hasan Asyari Oramahi ini penulis ingin mengingatkan bahwa praktisi siaran radio sepatutnya terus membekali diri dnegna pengetahuan terapan di bidang radio broadcasting yang terus berubah mengikuti perubahan tingkat budaya manusia dari masa kemasa, disisi lain, didorong oleh pesatnya kemajuan bidang teknologi inforasi (information technology) dewasa ini, pada suatu saat nanti mungkin akan dapat mengubah wajah broadcasting di masa datang.

( Jurnalistik Radio )