Sale!
Jurnalistik Radio

Jurnalistik Radio : Kiat Menulis Berita Radio

Rp 186,000 Rp 167,000


Jurnalistik Radio : Kiat Menulis Berita Radio

Dalam penulisan berita radio, sebaiknya menggunakan kalimat aktif. Struktur berita radio berwujud piramida terbalik (inverted pyramid). Cara penulisan berita radio merupakan ekbalikan dari menulis sebuah karya literature. Dalam cara penulisan konvensional seperti bentuk literature, yang pertama muncul adalah indroduksi, kemudian fakta-fakta yang semakin lama semakin penting, memuncak sampai pada klimaks dan diakhiri dengan kesimpulan atau konklusi.

Alur penulisannya kronologis. Sedangkan menulis berita merupakan kebalikan dari penulisan literer atau konvensional tadi. Biasanya paragraph kedua berisi keterangan tentang “siapa” (who) yang melakukan “apa” tadi, “di mana” (where) kejadian atau peristiwa tersebut berlangsung, dan “kapan” (when), serta pada kejadian “apa” tersebut berlangsung. Lalu dilanjutkan dengan “mengapa” (why) dia melakukan hal itu, dan “bagaimana” (how) dia melakukannya. Kemudian saatnya untuk mengisi alinea ketiga dengan unusr atau keterangan-keterangan lain untuk menunjang arti penting dari fakta-fakta yang telah dikemukakan sebelumnya.

Dibagian akhir Buku Jurnalistik Radio karangan Hasan Asyari Oramahi ini penulis ingin mengingatkan bahwa praktisi siaran radio sepatutnya terus membekali diri dnegna pengetahuan terapan di bidang radio broadcasting yang terus berubah mengikuti perubahan tingkat budaya manusia dari masa kemasa, disisi lain, didorong oleh pesatnya kemajuan bidang teknologi inforasi (information technology) dewasa ini, pada suatu saat nanti mungkin akan dapat mengubah wajah broadcasting di masa datang.

( Jurnalistik Radio )


Informasi Tambahan

ISBN:

9789790995017

Ukuran:

14 x 21 cm – (300 gram)

Halaman:

196

Penulis:

Hasan Asyari Oramahi

Penerbit:

ERLANGGA

Tahun:

2012

Produk Deskripsi

Jurnalistik Radio : Kiat Menulis Berita Radio

Dalam penulisan berita radio, sebaiknya menggunakan kalimat aktif. Struktur berita radio berwujud piramida terbalik (inverted pyramid). Cara penulisan berita radio merupakan ekbalikan dari menulis sebuah karya literature. Dalam cara penulisan konvensional seperti bentuk literature, yang pertama muncul adalah indroduksi, kemudian fakta-fakta yang semakin lama semakin penting, memuncak sampai pada klimaks dan diakhiri dengan kesimpulan atau konklusi.

Alur penulisannya kronologis. Sedangkan menulis berita merupakan kebalikan dari penulisan literer atau konvensional tadi. Biasanya paragraph kedua berisi keterangan tentang “siapa” (who) yang melakukan “apa” tadi, “di mana” (where) kejadian atau peristiwa tersebut berlangsung, dan “kapan” (when), serta pada kejadian “apa” tersebut berlangsung. Lalu dilanjutkan dengan “mengapa” (why) dia melakukan hal itu, dan “bagaimana” (how) dia melakukannya. Kemudian saatnya untuk mengisi alinea ketiga dengan unusr atau keterangan-keterangan lain untuk menunjang arti penting dari fakta-fakta yang telah dikemukakan sebelumnya.

Dibagian akhir Buku Jurnalistik Radio karangan Hasan Asyari Oramahi ini penulis ingin mengingatkan bahwa praktisi siaran radio sepatutnya terus membekali diri dnegna pengetahuan terapan di bidang radio broadcasting yang terus berubah mengikuti perubahan tingkat budaya manusia dari masa kemasa, disisi lain, didorong oleh pesatnya kemajuan bidang teknologi inforasi (information technology) dewasa ini, pada suatu saat nanti mungkin akan dapat mengubah wajah broadcasting di masa datang.

( Jurnalistik Radio )

Reviews

There are no reviews yet, would you like to submit yours?

Be the first to review “Jurnalistik Radio : Kiat Menulis Berita Radio”

Related Products

  • Sale!
    Ensiklopedia Pertamaku Aktivitas Sehari Hari

    Ensiklopedia Pertamaku : Aktivitas Sehari-Hari

    Rp 75,000 Rp 67,000
  • Sale!
    Mega Wati Soekarno Putri

    MegaWati Soekarno Putri : Riwayat Pribadi Dan Politik Putri Bung Karno

    Rp 100,000 Rp 90,000
  • Cepat & Mudah Belajar Bahasa Korea

    Cepat Dan Mudah Belajar Bahasa Korea

  • Sale!
    Pembantai Ribuan Muslim Yang Diazab Allah

    Pembantai Ribuan Muslim Yang Diazab Allah

    Rp 107,500 Rp 97,000