Sale!
Bacharuddin Jusuf Habibie

B.J Habibie : Guru Terbesar Saya Adalah Otak Saya

Rp 105,000 Rp 94,000


B.J Habibie : Guru Terbesar Saya Adalah Otak Saya

Prof. Dr. Ing H. Bacharuddin Jusuf Habibie layak disebut orang yang ditakdirkan. Aspirasi dan tujuan hidupnya adalah sama dan harmonis dengan negeri yang dicintainya, Indonesia. Ia pulang di tanah air setelah lama merantau di negeri orang untuk menjadikan indonesia sebagai negara berteknologi maju.

Kemudian, rasionalitasnya membawa BJ Habibie ke ranah politik, suatu fase yang tak pernah ia rencanakan. Meski tak berencana, ia mencapai puncak karier di bidang politik ketika menggantikan jabatan presiden soeharto. Ada rentetan peristiwa yang tak mudah ia lalui di detik-detik peralihan kekuasaan tersebut.

Dengan sikap optimistis dan rasional, ia menatap masa depan. Namun, Bacharuddin Jusuf Habibie bukan berarti tak pernah merasa terpuruk. Dalam beberapa hal, ia merasa kesepian. Ia pernah dipandang sebelah mata oleh soeharto.

Ia pernah diremehkan oleh banyak pihak atas kemampuannya menjadi presiden. Ia sempat pula di singkirkan dari partai golkar. Tetapi, kesendirian dan kesepian yang paling ia rasakan adalah saat Hasri Ainun Besari (sang istri) meninggal dunia. Bagaimana kisah sebenarnya?..

( BJ Habibie Guru Terbesar Saya Adalah Otak Saya )


Informasi Tambahan

ISBN:

9786027874442

Ukuran:

13,5 x 20 cm

Halaman:

228

Penulis:

Ade Ma’Ruf

Penerbit:

Penerbit Buku Ar-Ruzz Media

Tahun:

2014

Produk Deskripsi

B.J Habibie : Guru Terbesar Saya Adalah Otak Saya

Prof. Dr. Ing H. Bacharuddin Jusuf Habibie layak disebut orang yang ditakdirkan. Aspirasi dan tujuan hidupnya adalah sama dan harmonis dengan negeri yang dicintainya, Indonesia. Ia pulang di tanah air setelah lama merantau di negeri orang untuk menjadikan indonesia sebagai negara berteknologi maju.

Kemudian, rasionalitasnya membawa BJ Habibie ke ranah politik, suatu fase yang tak pernah ia rencanakan. Meski tak berencana, ia mencapai puncak karier di bidang politik ketika menggantikan jabatan presiden soeharto. Ada rentetan peristiwa yang tak mudah ia lalui di detik-detik peralihan kekuasaan tersebut.

Dengan sikap optimistis dan rasional, ia menatap masa depan. Namun, Bacharuddin Jusuf Habibie bukan berarti tak pernah merasa terpuruk. Dalam beberapa hal, ia merasa kesepian. Ia pernah dipandang sebelah mata oleh soeharto.

Ia pernah diremehkan oleh banyak pihak atas kemampuannya menjadi presiden. Ia sempat pula di singkirkan dari partai golkar. Tetapi, kesendirian dan kesepian yang paling ia rasakan adalah saat Hasri Ainun Besari (sang istri) meninggal dunia. Bagaimana kisah sebenarnya?..

( BJ Habibie Guru Terbesar Saya Adalah Otak Saya )

Reviews

There are no reviews yet, would you like to submit yours?

Be the first to review “B.J Habibie : Guru Terbesar Saya Adalah Otak Saya”

Related Products

  • Sale!
    Akuntansi Manajemen Untuk Hotel & Restoran

    Akuntansi Manajemen Untuk Hotel & Restoran

    Rp 118,000 Rp 106,000
  • PSIKOTES PASCA SARJANA S2 & S3

    PSIKOTES PASCA SARJANA S2 DAN S3

  • Sale!
    Amalan Hari Jumat

    Panduan Amaliah Hari Jum’at

    Rp 137,000 Rp 123,000
  • Napak Tilas Reformasi Politik Indonesia

    Napak Tilas Reformasi Politik Indonesia