• Sale!
    Biarkan Al-Quran Menjawab : Mengerti Tema-Tema Penting Kehidupan Dalam Kitab Suci Al-Quran adalah pelita penerang jalan menuju rida Allah. Namun, tak sedikit dari kita kesulitan memanfaatkan pelita itu dengan baik. Subhanallah! Dengan kreatif, Ustaz Amin membuat petunjuk yang mudah dan praktis untuk menyalakan pelita tersebut sehingga kita dapat melangkah di jalan yang terang untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Mengagumkan! (Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec., Komite Ekonomi Nasional, Dewan Syariah Nasional, Chairman Tazkia Group) Pengetahuan bermula dari pertanyaan. Dan jawaban setiap pertanyaan memacu kita untuk mengetahui lebih dalam. Buku Biarkan Al-Quran Menjawab ini memantik kita bertanya tentang hal-hal mendasar kehidupan manusia, lalu “mempersilakan” Al-Quran menjawabnya. Berbekal pertanyaan-pertanyaan penting yang disodorkan buku ini, kita tidak saja akan terdorong mengaji ayat demi ayat tapi juga terpandu memahaminya secara lebih padu. Penulis membantu mengelompokkan ayat secara tematis yang memudahkan kita memahami ragam sudut pandang Al-Quran tentang persoalan hidup yang kita hadapi. “Apabila Anda membaca Al-Quran,” tutur Dr. Muhammad A. Darraz, “maknanya akan jelas di hadapan Anda. Apabila membacanya sekali lagi, Anda akan temukan makna-makna yang berbeda dengan sebelumnya. Demikian seterusnya, sampai-sampai Anda menemukan kalimat atau kata yang punya arti bermacam-macam. Semuanya benar atau mungkin benar. Ayat-ayat Al-Quran bagaikan intan. Setiap sudutnya memancarkan cahaya berbeda-beda. Tidaklah mustahil jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya maka ia akan melihat lebih banyak daripada apa yang Anda lihat.” Selamat menikmati Buku Biarkan Al-Quran Menjawab yang tak bakal kunjung tamat ini, karena setiap baca ada kilau baru seiring penambahan pemahaman dan pengalaman Anda sebagai pembacanya. Daftar Isi Buku Biarkan Al-Quran Menjawab SEKADAR PENGANTAR AL-QURAN Keutamaan Al-Quran • Bagaimana Al-Quran turun? • Apa fungsi Al-Quran dalam kehidupan manusia? • Apa keisptimewaan Al-Quran? • Apa akibat bila manusia tak mau melaksanakan ajaran Allah dalam Al-Quran? Adab Membaca Al-Quran • Bagaimana adab membaca Al-Quran? Mempelajari Al-Quran • Apa tujuan mempelajari Al-Quran? • Untuk siapa Allah menurunkan Al-Quran? • Apa manfaat mempelajari Al-Quran? • Untuk siapa kita mempelajari Al-Quran? • Dengan apa kita mempelajari dan memahami Al-Quran? • Mengapa Allah menyarankan kita menggunakan pendengaran, penglihatan, hati, dan akal untuk mempelajari dan memahami Al-Quran? • Apa akibat yang kita terima bila kita tak menggunakan pendengaran, penglihatan, hati, dan akal? • Apa saja tahapan mempelajari Al-Quran? TAUHID Menegakkan Tauhid • Siapakah Allah? • Di manakah Allah? • Mengapa Allah tak suka disekutukan? • Mengapa manusia cenderung menyekutukan Allah? • Apa yang manusia sembah selain Allah? • Bagaimana ciri-ciri berhala? Mengapa kita tak boleh menyembahnya? • Apa saja perwujudan berhala dalam hidup manusia? • Apa akibat menyekutukan Allah? • Bagaimana agar kita terhindar dari menyekutukan Allah? Merengkuh Hikmah dan Ilmu Allah • Kepada siapa Allah memberikan hikmah dan ilmunya? • Apa saja kehendak Allah yang harus kita ikuti agar mendapatkan hikmah dan ilmu-Nya? • Apa balasan Allah bagi manusia yang mau mengikuti kehendak-Nya? • Lalu, apa balasan bagi orang yang enggan melaksanakan kehendak Allah? • Allah memang memberikan hikmah dan ilmu-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki, tetapi apakah semua keluarga nabi mendapatkannya? Bertemu Tuhan? • Bagaimana kita menemui-Nya? • Apa yang menghalangi kita untuk menemui-Nya? • Adakah jaminan bahwa Allah benar-benar menemui kita? • Kapan dan di mana kita menemui-Nya? • Apa akibat bagi manusia yang mengingkari pertemuan dengan Allah? Mengunduh Rahmat Allah • Apakah setiap orang mendapatkan rahmat Allah? • Mengapa kita harus mengunduh rahmat Allah? • Bila memang Dia memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, apa yang harus kita lakukan agar bisa mengunduh rahmat Allah? • Apa ciri-ciri manusia yang mendapatkan rahmat Allah? IBADAH Mendirikan Shalat • Sejak kapan Allah memerintahkan manusia shalat? • Bagaimana shalat para Nabi sebelum Nabi Muhammad? • Bagaimana shalat Nabi Muhammad? • Kapan kita shalat? • Apa saja yang harus dilakukan sebelum, sedang, dan setelah shalat? • Apa tujuan Allah menurunkan perintah shalat? • Apa manfaat dan hikmah shalat? • Apakah Allah menerima semua shalat manusia? Berniaga dengan Allah • Modal apa yang kita miliki untuk bisa berniaga dengan Allah? • Apa saja bentuk tawaran niaga dari Allah? • Jika berniaga dengan Allah melalui harta, harta macam apa yang kita niagakan dengan-Nya? • Bagaimana kalau kita bersedekah, lalu menjadi miskin? • Memangnya kenapa kalau manusia kikir? Bukankah kekikiran jalan menuju kekayaan? • Kapan kita harus menafkahkan harta? • Kepada siapa kita bertransaksi ketika berniaga dengan Allah? • Apa syarat utama berniaga dengan Allah? • Bolehkah kita riya dalam berniaga dengan Allah? • Bolehkah menafkahkan seluruh harta yang kita miliki? • Apa tujuan Allah mengajak umat-Nya berniaga? • Apa manfaat kita berniaga dengan Allah? Menunaikan Haji • Bagaimana sejarah haji? • Apa bekal terbaik yang harus kita persiapkan untuk menunaikan haji? • Mengapa takwa diutamakan dan dijadikan ukuran dalam haji dan kurban (silakan simak juga bab Takwa)? • Apa inti ajaran takwa yang dijadikan bekal dalam ibadah haji? • Apa yang Nabi Ibrahim lakukan setelah mengetahui cara-cara ibadah haji dan kurban? • Mengapa Allah memilih Nabi Ibrahim sebagai pemimpin orang bertakwa? MANUSIA Manusia dalam Al-Quran • Manusia disebut sebagai makhluk yang memiliki bentuk terbaik, tetapi di sisi lain memiliki kekurangan. Sebenarnya, apa kekurangan manusia? • Apa tujuan Allah menciptakan kekurangan manusia? • Apa status manusia di hadapan Allah? • Bagaimana derajat manusia di hadapan Allah? • Apa itu Kafir? Bagaimana Al-Quran menggambarkan orang kafir? • Apa itu fasik? Bagaimana Al-Quran menggambarkan fasik? • Apa itu munafik? Bagaimana Al-Quran menggambarkan kaum munafik? • Apa itu murtad? Bagaimana Al-Quran menggambarkan orang murtad? • Apa fungsi manusia di muka bumi ini? • Jika manusia diciptakan Allah, lalu apa kewajiban manusia kepada-Nya? • Bagaimana bentuk pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah? Strategi Iblis-Setan menggoda manusia • Di manakah Iblis-Setan bersemayam? • Bagaimana kita mengenali ciri-ciri Iblis-Setan? • Melalui apa Iblis-Setan menggoda manusia? • Seberapa banyak manusia yang disesatkan Iblis-Setan? • Bagaimana kita mengatasi strategi godaan Iblis-Setan? • Setelah manusia terbujuk rayuannya, apakah Iblis-Setan mau bertanggung jawab? Memupuk Takwa • Mengapa manusia harus bertakwa? • Sejak kapan Allah memerintahkan manusia untuk bertakwa? • Bagaimana Allah menilai ketakwaan seseorang? • Sempurnakah iman tanpa takwa? • Apa intisari takwa dalam Al-Quran? • Bagaimana proses menjadi manusia bertakwa? • Bagaimana agar kita selalu bertakwa? • Apa balasan bagi orang bertakwa? Membina Sabar • Definisi sabar • Kenapa kita harus bersabar? • Dalam kondisi apa kita harus bersabar? • Apa tujuan Allah menguji kesabaran manusia? • Apa balasan orang sabar? • Bagaimana kita belajar sabar? • Apakah sabar selalu berbuah manis? • Bagaimana kisah ketidaksabaran Nabi Musa terhadap penjelasan Nabi Khidir? Memohon Tobat • Mengapa harus bertobat? • Bagaimana bertobat kepada Allah? • Kapankah kita harus bertobat? • Apa syarat utama untuk bertobat? • Apa balasan Allah untuk orang yang bertobat? • Apa akibat bagi seseorang bila tak mau bertobat? Menyebarkan Kebaikan • Kenapa kita harus berbuat baik? • Perbuatan baik seperti apa yang Allah terima? • Untuk siapa kita berbuat baik? • Kepada siapa kita harus berbuat baik? • Apa ciri-ciri orang yang berbuat baik? • Kebaikan apa yang harus kita berikan kepada seluruh makhluk, terutama manusia? • Berapa besar kebaikan yang harus kita berikan? • Bagaimana agar ikhlas dan istikamah dalam berbuat baik? • Kapan dan di mana kita harus berbuat baik? • Apa ganjaran untuk orang-orang yang melakukan kebaikan? KELUARGA Menciptakan Keluarga Harmonis • Apa fungsi keluarga menurut Al-Quran? • Keluarga tak hanya mendatangkan kebahagiaan, tapi juga cobaan. Cobaan apa saja yang datang dalam kehidupan keluarga? • Meski bahagia soal hati, sebagai manusia kita membutuhkan sarana untuk mencapainya. Sarana apa yang kita butuhkan untuk • bisa mewujudkan keluarga bahagia? • Apa kewajiban suami terhadap keluarganya? • Apa saja kewajiban istri terhadap suami? • Apa kewajiban orang tua terhadap anak? • Apa kewajiban anak terhadap orang tua? • Setelah kewajiban tiap-tiap anggota keluarga dijelaskan, apa tanggung jawab anggota terhadap Allah? • Bagaimana kita bisa menjalankan hak dan kewajiban dengan baik? • Apakah keluarga dan harta bisa dijadikan jaminan bahagia? • Al-Quran mengabadikan keluarga-keluarga yang bisa kita jadikan cermin untuk pelajaran hidup. Siapa sajakah mereka? MASYARAKAT Bhinneka Tunggal Ika • Perbedaan apa saja yang ada dalam manusia? • Kenapa kita berbeda? • Bagaimana kita menyikapi perbedaan? Lalu bagaimana? DOA PENUTUP

    Biarkan Al-Quran Menjawab

    Rp 65,000 Rp 58,500
  • Biografi Ibnu Khaldun : Kehidupan Dan Karya Bapak Sosiologi Dunia Sang ulama multidisipliner. Di Timur, Ibnu Khaldun disebut al-‘Allamah (Mahaguru). Di Barat, digelari the Polymath (penghimpun berbagai bidang pengetahuan). Namun, di atas segalanya, ia menelaah semua kajiannya dengan kadar ilmiah yang tinggi, dan tak diragukan lagi sangat berkontribusi atas perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Lahir di Tunisia pada 732 H/1332 M, ia langsung menghadapi berbagai kemelut sosial-politik yang terjadi di depan matanya. Dengan terombang ambing dalam berbagai konflik, ia menjalani kehidupannya dengan penuh bahaya dan petualangan. Terkadang, ia menang; di lain waktu ia kalah. Yang mengagumkan, dalam kondisi demikian ia mampu menelurkan karya-karya brilian. Mulai dari sejarah, sosiologi, hingga ilmu agama. Terinspirasi metode Ibnu Khaldun, penulis menceritakan perikehidupan Sang Sejarawan dengan berimbang. Ditopang kajian literatur yang kuat, buku ini menghadirkan kehidupan Ibnu Khaldun apa adanya. Bersahaja. Dengan begitu, buku ini menjadi semacam cermin atas kehidupan Ibnu Khaldun. Dengan cermin ini kita berharap bisa melihat sejauh mana kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan sejak beliau hingga saat ini. Daftar isi Buku Biografi Ibnu Khaldun Pendahuluan BAGIAN I: KEHIDUPAN IBNU KHALDŪN Di Afrika Utara dan Andalusia (732-764 H/1332-1382 M) Bab 1: Ibnu Khaldūn Muda Bab 2: Ibnu Khaldūn di Istana Fez Bab 3: Perjalanan ke Andalusia Bab 4: Petualangan Pahit Bab 5: Pengunduran Diri dan Karya Sastra Ibnu Khaldūn di Mesir (784-808 H/1382-1406 M) Bab 6: Menjadi Dosen dan Hakim Bab 7: Di Damaskus dan di Tenda Timurleng Bab 8: Ibnu Khaldūn dan Pemikiran Mesir BAGIAN 2: WARISAN INTELEKTUAL DAN SOSIAL IBNU KHALDŪN Bab 9: Ibnu Khaldūn dan Sosiologi Bab 10: Ilmu Politik dan Lembaga-Lembaga Kerajaan Sebelum Ibnu Khaldūn Bab 11: Al-‘Ibar dan at-Ta‘Rif Bab 12: Ibnu Khaldūn dan Kritik Modern Bab 13: Ibnu Khaldūn dan Machiavelli

    Biografi Ibnu Khaldun

    Rp 35,000
  • Sale!
    Biografi Imam Syafi'i : Kisah Perjalanan Dan Pelajaran Hidup Sang Mutjahid Begitu akrab namanya di hati kita, tapi sudahkah kita mengenalnya lebih dekat? Buku ini menyuguhkan riwayat hidup Imam Syafi‘i dengan narasi dan ilustrasi memikat. Sang imam berusia singkat, namun hidupnya penuh semangat ilmu dan amal, meletakkan dasar-dasar keilmuan Islam yang layak diingat. • Beda dari yang sudah-sudah. Dari kisah dan peristiwa yang diurai, pembaca bisa memetik pelajaran ilmu dan iman sekaligus saat membacanya. • Kaya data tapi disuguhkan dengan nyaman dan tertata. Ia menyarikan tokoh-tokoh terkemuka dan peristiwa penting terkait dengan sang imam yang layak dicermati setiap muslim. • Disajikan dengan ungkapan-ungkapan ringkas hingga mudah dicerna dan diingat bahkan sebelum tuntas membacanya. • Lebih dari sekadar biografi, tulisan bergizi ini juga menggugah kita untuk sadar dan terhubung dengan warisan intelektual Islam dan figur-figur teladan yang tak lekang oleh waktu dan terus menginspirasi kita di zaman yang terus berubah ini.

    Biografi Imam Syafi’i

    Rp 75,000 Rp 67,500
  • Sale!
    Biografi Intelektual-Spiritual Muhammad : Pelajaran Hidup Dari Perjalanan Hidup Rasulullah Buku sejarah hidup Nabi sudah berlimpah. Lalu mengapa menulis yang lain lagi? Dengan mencurahkan segenap cinta, kedalaman ilmu, dan keluasan wawasan seorang cendekiawan-ulama, Tariq Ramadan menarik berbagai pelajaran penting untuk manusia hari ini dari setiap peristiwa yang terjadi dalam fase kehidupan Nabi Muhammad. Kala ditanya tentang perilaku beliau, Aisyah menjawab, “Akhlaknya adalah Al-Quran.” Buku ini mengungkap bagaimana seorang manusia yang paling mampu mewujudkan ajaran Al-Quran dalam seluruh perilakunya ini “berbicara” kepada kita, menuntun kita, dan mendidik kita saat ini. Sejak lahir hingga wafat, kehidupan Nabi dipenuhi beragam peristiwa, situasi, dan pernyataan yang mengandung pelajaran spiritual paling dalam. Keteguhan iman, dialog dengan Tuhan, mengamati alam, keraguan diri, kedamaian batin, berbagai tanda dan cobaan, dan sebagainya, merupakan tema yang menuturkan sekaligus mengingatkan kita bahwa pada dasarnya tidak ada yang berubah. Biografi Rasul mengungkap beragam persoalan kita yang mendasar dan abadi.Kehidupan Nabi merupakan ajakan menuju spiritualitas. Ia mengajarkan kepada kita bahwa—melalui berbagai peristiwa, ujian, kesulitan, dan pencarian diri—jawaban yang paling benar untuk persoalan eksistensial lebih sering diberikan oleh hati, bukan oleh akal. Sederhana namun mendalam: mereka yang tidak mencintai tidak akan memahami. **** Penting untuk orang tua, guru, pemimpin, dan siapa saja yang merindukan bacaan cerdas dan mencerdaskan tentang kehidupan Nabi. Sebuah penjelajahan yang mengasyikkan dan memperkaya batin, karena bukan hanya menuturkan peran sang tokoh tapi juga pesan yang kokoh untuk zaman kita.Biografi ini ditulis dengan bagus dan segar, menggunakan pendekatan penulisan sejarah-Nabi yang agak lain dan unik. Buku ini jelas sangat direkomendasikan terutama untuk semua umat Muslim; namun mereka yang tertarik tentang jiwa besar, perjuangan, moralitas, toleransi agama, pantas juga membaca Buku Biografi Intelektual-Spiritual Muhammad ini. (REPUBLIKA)

    Biografi Intelektual-Spiritual Muhammad

    Rp 75,000 Rp 67,500
  • Bilik-Bilik Cinta Muhammad : Kisah Sehari-Hari Rumah Tangga Nabi Apa yang dilakukan Rasulullah sehari-hari di rumah? Bagaimana beliau berinteraksi dengan semua istrinya yang memiliki watak dan perilaku berbeda? Bagaimana beliau menghadapi sikap-sikap spontan mereka? Apa yang beliau obrolkan dengan istri-istrinya, pelayannya, dan para sahabatnya? Bagaimana beliau makan, tidur, dan bercanda dengan mereka? Bagaimana beliau menyambut para tamu dan memperlakukan mereka? Seperti apa beliau berhubungan dengan anak-anak, kerabat, dan tetangga? Kala rumah tangga dilanda masalah, bagaimana beliau menyelesaikannya? Bagaimana ibadah Nabi di rumahnya? Bagaimana kehidupan malam manusia teladan ini? Buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad ini memotret kehidupan Nabi di setiap rumah yang pernah beliau tinggali dan singgahi—sejak masa kanak-kanak hingga detik-detik terakhir kehidupannya. Dengan kepekaan tinggi, Dr. Abazhah membidik kamar demi kamar itu dengan segenap penghuninya; bagaimana akhlak mereka dan bagaimana tata pergaulan Nabi dengan mereka. Inilah kisah indah rumah cinta Rasulullah—tempat setiap muslim belajar bagaimana mewujudkan “rumahku surgaku”. Bukan rumah bebas dari masalah, melainkan keluarga yang berhasil menyelesaikannya dengan indah. Bukan dengan kemewahan harta, melainkan dengan keluhuran akhlak, keagungan cinta, dan kedalaman iman. Daftar isi Buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad (New Edition) Pengantar Di Rumah Abu Thalib Di Rumah Khadijah Di Gua Tsur Di Rumah Ummu Ma‘bad Di Rumah Abu Ayyub al-Anshari Di Rumah Ibu-Ibu Kaum Mukmin • Di Rumah Saudah • Di Rumah Aisyah • Di Rumah Ummu Salamah • Di Rumah Hafshah • Di Rumah Zainab bint Khuzaimah (Ibu Kaum Miskin) • Di Rumah Raihanah • Di Rumah Juwairiyah • Di Rumah Zainab bint Jahsy • Di Rumah Mariyah al-Qibthiyah • Di Rumah Ummu Habibah • Di Rumah Shafiyyah • Di Rumah Maimunah • Bersama Istri-Istri Nabi yang Lain • Jadi, Beginilah Nabi Bersama Semua Istrinya Bersama Putra-Putri di Rumah • Putra-Putra Nabi — Zaid ibn Haritsah • Putri-Putri Nabi — Ruqayyah dan Ummu Kultsum — Zainab — Fathimah al-Zahra’ Bersama Cucu, Anak Tiri, dan Anak-Anak Lain • Umamah bint Abul Ash • Hasan Husain • Usamah ibn Zaid • Anak Tiri Bersama Kerabat dan Tamu di Rumah • Fathimah bint Asad • Abbas • Ali ibn Abi Thalib • Hamzah • Abdullah ibn Abbas • Ja‘far ibn Abi Thalib • Abu Sufyan ibn al-Harits • Ummu Hani’ • Keluarga Halimah • Tsuwaibah • Ummu Haram bint Mulhan Di Rumah Para Sahabat Bersama Budak dan Pelayan • Ummu Aiman • Anas ibn Malik • Tsauban • Hunain • Safinah • Syuqran • Bakir ibn Syudzakh • Rabiah ibn Ka‘b al-Aslami • Barirah • Abu Hudzaifah • Abdul Quddus • Budak-Budak Lain Dengan Rumah Tetangga Teladan Suci Rumah Tangga Nabi • Hidup Sederhana • Penuh Cinta • Amanah • Setia • Santun • Rendah Hati dan Melayani Keluarga • Tawakal dan Mendahulukan Orang Lain • Bersih dan Wangi • Cinta Kasih • Zikir dan Ibadah • Amar Makruf Nahi Munkar • Giat dan Jauh dari Hiburan • Ilmu dan Bimbingan • Menghargai dan Menghormati orang Lain • Adil • Prihatin • Epilog Hari-Hari Terakhir di Rumah Nabi Fisik Nabi Saw. Akhlak Nabi

    Bilik-Bilik Cinta Muhammad

  • Sale!
    Nikmati Hidupmu : Petunjuk Rasul Agar Menjadi pribadi Menarik Dan Hidup Lebih Menguntungkan Kemampuan kita menawan hati orang lain dan memantik kecintaan tulus mereka memberikan kita banyak sisi kenikmatan hidup Membuat orang lain menghargai dan mencintai kita tidak segampang menghitung bilangan hari. Hidup berdampingan membutuhkan seni. Latihan berkelanjutan harus terus dilakukan. Yang tak kalah penting, menemukan panutan yang layak diteladani. Adakah teladan yang lebih baik daripada Rasulullah? Nah, apa saja yang beliau lakukan untuk membuat orang lain terpesona? Apa yang beliau kerjakan supaya hidup ini selalu terasa indah dan menyenangkan? Melalui Buku Nikmati Hidupmu ini, Dr. al-Arifi—motivator yang telah menginspirasi jutaan muslim di berbagai belahan dunia—berhasil secara gemilang memberikan pelajaran sekaligus hiburan. Dengan gaya tutur renyah dan jenaka, ia tak saja memaparkan keterampilan Nabi dalam berinteraksi dengan sesama dan kemampuannya menikmati hidup, tapi juga menggerakkan kita untuk mempraktikkannya dalam kehidupan nyata di zaman kita. Kita dituntun bagaimana menarik perhatian, memengaruhi orang lain, memaafkan kesalahan, dan bahkan bergaul dengan orang berperangai buruk sekalipun. Intinya, kita akan belajar bagaimana menikmati hidup ini dengan cara menyenangkan. Inilah hasil daras dan penelitian penulis selama dua puluh tahun. “Inilah buku,” tutur Dr. al-Arifi, “yang setiap detail kalimatnya kutulis dengan tinta bercampur darahku. Di antara ruas barisan kata kutumpahkan segenap jiwaku. Dan, di buku inilah kuperas sari ingatanku. Aku bersumpah, setiap kata itu keluar dari lubuk hatiku karena aku ingin ia bersemayam di hatimu. Bagiku, buku ini paling kusukai dan paling berharga. Di dalamnya tertuang kenangan pribadi, pengalaman nyata, dan ragam peristiwa yang baru pertama kali kuceritakan. Semoga Allah melimpahkan manfaatnya. * * * * Daftar isi Buku Nikmati Hidupmu •Pengantar •Mereka Tidak Akan Mengambil Manfaat •Apa yang Akan Kita Pelajari? •Mengapa Kita Membahas Keterampilan? •Kembangkan Terus Dirimu •Jangan Menangisi Susu yang Tumpah •Jadilah Orang yang Berbeda •Siapakah yang Paling Kaucintai? •Nikmatilah Aneka Keterampilan •Bersama Orang Miskin •Perempuan •Anak Kecil •Pembesar dan Rakyat Kecil •Terhadap Para Pembangkang •Sayang Binatang •100 Cara Memikat Hati Orang •Perbaiki Niat, Semua karena Allah •Pakai Citarasa yang Pas •Pilih Perkataan yang Cocok •Bersikap Lembutlah Ketika Pertama Kali Bertemu •Manusia Itu seperti Kandungan Bumi •Sehelai Rambut Mu‘awiyah •Kunci Pembuka Hati •Memerhatikan Aspek Kejiwaan •Berikan Perhatian pada Orang Lain •Buat Orang Lain Merasa Engkau Menginginkan yang Terbaik bagi Mereka •Hafalkan Banyak Nama •Jadilah Pengagum •Hati-Hati, Jadilah Pengagum Keindahan Saja •Jangan Ikut Campur yang Bukan Urusanmu •Menghadapi Orang yang Suka Ikut Campur •Jangan Mengkritik •Jangan Menggurui •Peganglah Tongkat di Bagian Tengahnya •Jadikan Mengatasi Kesalahan Itu Gampang •Pendapat Lain •Balas Keburukan dengan Kebaikan •Buat Orang Mengakui Kesalahannya agar Bisa Menerima Nasihat •Jangan Mencelaku! Selesai Persoalan •Pastikan Kesalahan Sebelum Menasihati •Cambuk Aku Pelan-Pelan •Hindari Terlibat Masalah •Akui Kesalahanmu, Jangan Sombong •Kunci Kesalahan •Lepaskanlah Belenggu •Menyiksa Diri •Masalah yang Tak Terpecahkan •Jangan Bunuh Dirimu dengan Kesedihan •Terimalah yang Diberikan Allah kepadamu dengan Lapang Dada •Jadilah Gunung •Jangan Melaknatnya karena Minum Khamar •Jika Tidak Ada yang Engkau Inginkan, Inginkanlah yang Ada •Kita Boleh Berbeda, Namun Tetap Bersaudara •Kelembutan Selalu Jadi Hiasan •Antara yang Hidup dan yang Mati •Jadikan Lidahmu Manis •Singkat Saja, Jangan Berdebat •Jangan Hiraukan Perkataan Orang Lain •Senyum, Senyum, dan Senyum •Benang Merah •Menjaga Rahasia •Memenuhi Kebutuhan •Jangan Membebani Diri di Luar Batas Kemampuan •Siapa Menendang Kucing?! •Rendah Hati •Ibadah Tersembunyi •Keluarkan Mereka dari Jurang •Perhatikan Penampilan •Jujur •Keberanian •Memegang Teguh Prinsip •Godaan •Memaafkan Orang Lain •Dermawan •Mencegah Kejahatan •Bukan untuk Mengumbar Permusuhan •Lidah Itu Raja •Jaga Mulutmu •Kunci •Kesan Baik •Penyihir •Buat Orang Lain Bahagia dengan Kata-Kata jika Keadaan Tak Bisa Membahagiakannya •Doa •Tambal Sulam •Melihat dengan Dua Mata •Seni Mendengar •Seni Berdebat •Putus Jalan bagi yang Suka Protes •Tunggu, Jangan Dulu Protes •Sebelum Berbicara dengan Rasulullah, Bersedekah Dulu •Tidak Harus Selalu Berhasil •Jadilah Pahlawan, Mulai Sekarang.

    Nikmati Hidupmu

    Rp 85,000 Rp 76,500
  • Filsafat Etika Tanggapan Kaum Rasionalis Dan Intuisionalis Islam

    Filsafat Etika

  • Terampil Bersahabat Dengan Siapa Saja : Kisah Sukses Rasulullah Dan Ulama Salaf Menjalin Persaudaraan, Persahabatan Dan pergaulan Rasulullah saw. bertanya, "Maukah kalian kuberitahu sesuatu yang lebih utama daripada shalat, puasa, dan sedekah?” Mereka menjawab, “Tentu mau.” Beliau bersabda, “Yaitu memperbaiki hubungan dengan sesama." "Tetapi," lanjutnya, “dengan perkataan buruk, semua itu sirna.” Nabi saw. juga menuturkan, "Sedekah paling utama adalah menjalin hubungan baik dengan sesama." Ciri khas apa yang sama-sama dimiliki oleh semua orang sukses? Mereka menguasai seni membina hubungan dengan orang lain. Mereka adalah pribadi yang disenangi, dirindukan, dan membuat orang lain respek dan nyaman berada di dekatnya. Pribadi yang dikaruniai banyak teman setia. Tapi, bagaimana caranya? Berdasarkan inspirasi Al-Quran dan kisah nyata dari kehidupan Rasulullah dan ulama salaf, Imam al-Ghazali mengungkap rahasia sukses mencari, membina, dan membentuk persahabatan dan persaudaraan sejati. Keahlian berurusan dengan orang lain dalam buku ini bukan sekadar berlandaskan kepentingan sesaat, melainkan persahabatan yang melahirkan keuntungan dunia-akhirat. Bukan dengan harta dan tebar pesona, melainkan dengan keluhuran akhlak, keagungan cinta, dan kedalaman iman. Inilah kado berharga dari ulama besar untuk siapa saja yang ingin hidupnya berharga—mereka yang tak hanya mencari teman yang baik, tapi juga berusaha menjadi teman terbaik di mana saja dan kapan saja. * * * * Daftar isi Buku Terampil Bersahabat Dengan Siapa Saja Kasih Sayang dan Persaudaraan •Keutamaan Kasih Sayang dan Persaudaraan •Arti Persaudaraan karena Allah dan Persaudaraan karena Dunia •Membenci karena Allah •Interaksi dengan Orang yang Dibenci karena Allah •Kriteria Sahabat Kewajiban dan Ketrampilan Menjalin Persaudaraan •Kewajiban pertama •Kewajiban kedua •Kewajiban ketiga •Kewajiban keempat •Kewajiban kelima •Kewajiban keenam •Kewajiban ketujuh •Kewajiban kedelapan Etika Bergaul dengan Sesama Muslim, Kerabat, Tetangga, dan Budak •Hak Muslim •Hak Tetangga •Hak Kerabat •Hak Orangtua dan Anak •Hak Hamba Sahaya

    Terampil Bersahabat Dengan Siapa Saja

  • Sale!
    Great Stories Of The Quran : Cerita-Cerita Penuh Inspirasi Dari Kitab Suci Sekitar 80 persen Al-Quran adalah kisah. Sebab, manusia memang makhluk yang suka bercerita dan membangun hidupnya berdasarkan cerita yang dipercayainya. Lewat kisah kita belajar pada pengalaman. Allah berfirman, Kami akan menceritakan kepadamu kisah terbaik dengan mewahyukan Al-Quran ini kepadamu (Yusuf [12] : 3). Buku Great Stories Of The Quran ini mempersembahkan edisi terlengkap cerita dan kisah dalam Al-Quran dengan gaya tutur menawan. Selain nilai dan tujuan yang dikandungnya teramat mulia, kisah-kisah itu meliputi berbagai tema yang sangat berguna bagi pendidikan dan pelatihan jiwa. Keelokan dan ketinggian nilai kisah itu terbukti mampu mengubah akhlak, mempercantik perilaku, dan menyebarkan cahaya kebijaksanaan. Entah berapa cerita telah Anda baca, kini luangkan waktu untuk menyimak buku yang telah dinikmati kaum muslim di berbagai belahan dunia dari masa ke masa. Setelah diterjemahkan ke berbagai bahasa, kini Anda bisa menikmatinya dalam bahasa Indonesia. Kisah Qurani selalu memberi makna imajinatif, kesejukan, kehalusan budi, bahkan renungan dan pemikiran, kesadaran dan pengajaran (ibrah). (Dr. Mahmud Zahron) Sesungguhnya pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal. (Yûsuf [12]: 111) Kisah Qurani mengandung berbagai penalaran dan pergulatan antara kebenaran dan kebejatan, kesedihan dan kegembiraan, tantangan dan kemantapan pribadi, kesabaran dan kemarahan, keluhuran dan keberahian, kegentingan dan kemudahan. (Sayyid Qutub). * * * * Daftar isi Buku Great Stories of the Quran Pengantar Nabi Adam Anak-Anak Adam Nabi Nuh Nabi Hud Nabi Shalih Nabi Ibrahim • Ibrahim dan Tanda-Tanda Kebangkitan • Ibrahim Menyeru Ayahnya • Ibrahim Menghancurkan Berhala-Berhala • Ibrahim Dibakar • Ibrahim dan Namruz • Tanah Baru untuk Benih yang Suci • Mengembara ke Negeri Mesir Nabi Ismail • Mata Air Zamzam • Penyembelihan Ismail • Ismail dan Bani Jurhum • Pembangunan Ka‘bah Nabi Luth Nabi Ya‘kub Nabi Yusuf • Yusuf di Tengah-Tengah Keluarganya • Pengembaraan Yusuf • Yusuf dan Zulaikha • Penjara yang Membebaskan • Mimpi yang Memuliakan • Mimpi yang Menjadi Nyata Nabi Syu‘aib Nabi Musa • Kelahiran Musa • Musa Sang Rasul • Musa dan Firaun • Bani Israel Keluar dari Mesir • Janji-Janji Musa • Kesesatan Bani Israel • Sapi (al-Baqarah) • Pertemuan Antara Musa dan Khidir • Qarun Tabut dan Thalut • Dawud dan Thalut Dawud Sang Nabi • Para Pelanggar Sabat Nabi Sulaiman • Sulaiman dan Bilqis • Kebijakan Sulaiman • Sulaiman di Singgasana Ayahnya Watak Buruk Bani Israel Uzair Pertarungan Antara Kebenaran dan Kebatilan Para Pemilik Kebun Nabi Ayyub Nabi Yunus Nabi Zakaria dan Nabi Yahya Maryam Nabi Isa • Isa al-Mawlûd • Kenabian Isa a.s. • Al-Mâ’idah (Hidangan dari Langit) • Ujung Perjalanan Zulkarnain Ashhâb al-Kahf Ashhâb al-Ukhdûd Banjir Bandang Ashhâb al-Fîl Bacalah dengan Nama Tuhanmu Bilal Isrâ’ Perdebatan Hijrah Perang Badar • Teguran Mengenai Tebusan Perang Uhud • Penghulu Para Syahid Bani Nadhir Perang Ahzâb Tuduhan Dusta (Hadîts al-Ifk) Orang-Orang Munafik Berita Orang Fasik Kemenangan Besar • Mimpi yang Nyata Perjanjian Hudaibiyah Pelanggaran Kesepakatan • Kemenangan yang Nyata Perang Hunain • Kaum Muslim di Antara Kemenangan dan Kekalahan Tiga Orang yang Ditangguhkan Masjid Dhirâr Mubâhalah Wanita yang Menggugat Pengharaman Zainab bint Jahsy

    Great Stories Of The Quran

    Rp 109,000 Rp 98,500
  • Cara Cerdas Nabi Mengoreksi Kesalahan Orang Lain Inilah buku yang bisa membantu Anda melakukan sesuatu yang sungguh sulit: mendorong seseorang berubah, menjadi lebih baik. Syekh al-Munajjid menyajikan metode dan teknik Nabi saw. dalam menegur dan meluruskan kesalahan orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada beragam cara dan pendekatan yang dikembangkan Nabi, sebab ada beragam alasan pula mengapa seseorang melakukan kesalahan atau keburukan, seperti ketidaktahuan, kekeraskepalaan, atau karena dorongan atau pengaruh dari orang lain. Watak, kepribadian, dan konteks suatu kesalahan juga memengaruhi perubahan sikap dan perilaku seseorang. Maka kita mesti memahami watak dan perilaku orang-orang di sekitar kita sehingga kita bisa memilih dan menerapkan metode yang paling efektif untuk menyadarkan dan memperbaiki perilaku seseorang. Santun dalam menuntun. Penuh hikmah dalam berdakwah. Bijak ketika mengajak kepada yang hak. Mengoreksi tanpa membuat orang sakit hati, malah menerimanya dengan senang hati. Banyak para sahabat tergetar ketika ia meluruskan mereka ke jalan yang benar. Itulah Nabi Muhammad saw. Segala ucapan dan perbuatannya selalu dipandu oleh wahyu. Begitu pula cara beliau menegur dan mengoreksi kesalahan seseorang. Maka bila kita bisa meneladaninya, niscaya kita menjadi pendidik yang sukses dan efektif. Entah anak, murid, pasangan, kerabat, teman, pasien, atau rekan kerja Anda, Anda bakal memiliki kekuatan untuk menjadikan mereka lebih baik. Daftar isi Buku Cara Cerdas Nabi Mengoreksi Kesalahan Orang Lain • Pengantar: Bijak dalam Mengajak • Tulus Menuntun ke Jalan Lurus • Melakukan Kesalahan itu Manusiawi • 38 Teknik Nabi dalam Menasihati dan Mengoreksi • Penutup.

    Cara Cerdas Nabi Mengoreksi Kesalahan Orang Lain

  • Doa Bukan Lampu Aladin : Mengerti Rahasia Zikir Dan Akhlak Memohon Kepada Allah Pernahkah kita berdoa kepada Allah, lalu mengharapkan doa kita dikabulkan sekarang juga? Seperti lebah, Buku Doa Bukan Lampu Aladin ini menyengat kesadaran keberagamaan kita. Jika selama ini kita mengartikan doa sebagai permintaan yang mesti dikabulkan sekarang juga, lalu apa bedanya kita dengan Aladin? Sudah selayaknya kita berdoa kepada-Nya, baik saat sulit maupun lapang, di saat susah maupun senang. Doa kita kepada Tuhan merupakan ibadah dan ketaatan agung yang lebih mulia dari­pada tercapainya permintaan itu sendiri. Hamba yang pandai berdoa tentu tidak akan risau, gelisah, dan resah. Semua tali terputus kecuali tali-Nya. Semua pintu tertutup kecuali pintu-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Dalam Buku Doa Bukan Lampu Aladin ini Kang Jalal, sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat, memperkaya pemahaman kita tentang doa. Kita juga disuguhi bagaimana sebaiknya sikap kita dalam berdoa, tafsir doa, dan sejumlah rangkaian doa yang bisa kita panjatkan kepada Sang Khalik. Bersiaplah mendapatkan pencerahan sambil menikmati kisah dan narasi yang membuat kepala kita mengangguk sembari bergumam, “Mestinya sikap kita dalam berdoa seperti ini.” Nikmati pula rahasia di balik bacaan doa kita dan relevansinya dengan kehidupan kita sehari-sehari yang tak selalu mudah dilalui

    Doa Bukan Lampu Aladin

  • Sale!
    Ensiklopedia Pahala : Mengaji Hadis-Hadis Motivasional Agar Semakin Terdorong Untuk Beramal Pahala hanyalah tahapan bukan tujuan. Tak terhitung ibadah dan amalan baik yang dianjurkan oleh Allah dan Rasulullah. Dan tak jarang anjuran-anjuran tersebut disertai dengan motivasi berupa pahala atau keuntungan ukhrawi agar kita terdorong untuk menjalankannya. Maka, sah-sah saja bila kita melaksanakan ibadah atau amal karena termotivasi pahala. Buku Ensiklopedia Pahala ini menghimpun hadis-hadis pahala beragam ibadah, mulai dari shalat dan hal-hal terkait, zakat, sedekah, puasa, dan sebagainya, serta beragam amalan-amalan baik lainnya. Rujukan otoritatif bagi siapa pun yang ingin mengetahui dalil-dalil tepercaya dari hadis Nabi sehingga setiap amalan dilaksanakan dan diujarkan dengan penuh keyakinan dan kemantapan. Sebagai pribadi, Anda bisa jadikan buku ini sebagai pegangan diri. Jika Anda seorang ustaz atau dai, Anda bisa jadikan buku ini sebagai bahan mengajar, bahan berkhutbah, atau bahan berceramah. Namun, penting ditekankan bahwa setiap motivasi pahala dalam ibadah seyogianya hanya dijadikan tahapan dalam menjalin hubungan spiritual dengan Allah—dan tidak dijadikan tujuan. Sebab, jika motivasi pahala dalam beribadah dijadikan tujuan, kita tak ubahnya pebisnis yang senantiasa berhitung untung-rugi dalam berbisnis. Padahal, kebaikan dan kasih sayang Allah mengalir terus-menerus sejak detik pertama kita ada hingga kelak di detik terakhir kehidupan kita. Allah tak mempertimbangkan untung-rugi saat memberikan kebaikan dan kasih sayang-Nya. Maka, motivasi terbaik dalam beribadah dan beramal baik adalah untuk mengungkapkan cinta dan syukur kepada Allah atas segala anugerah-Nya. * * * * Daftar isi Buku Ensiklopedia Pahala BERSUCI •Pahala Wudhu •Pahala menyempurnakan wudhu dalam cuaca amat dingin atau kondisi sakit •Pahala orang yang menjaga wudhu •Pahala orang yang berdoa setelah berwudhu •Pahala orang yang shalat dua rakaat setelah berwudhu AZAN •Pahala menjawab azan •Pahala bershalawat untuk Nabi setelah menjawab azan •Cara bershalawat untuk Nabi setelah azan •Pahala berdoa setelah azan •Pahala berdoa di antara azan dan ikamah •Pahala berdoa ketika ikamah shalat SHALAT •Pahala Shalat Wajib •Pahala Shalat Subuh dan Asar •Pahala shalat di awal waktu •Pahala membaca kalimat iftitah •Pahala membaca kalimat i‘tidal •Pahala Zikir seusai Shalat Fardu •Pahala Zikir setelah Shalat Subuh dan Asar •Pahala Doa setelah Shalat Fardu SHALAT SUNNAH •Pahala Shalat Sunnah •Pahala Shalat Sunnah di Rumah •Pahala Istikamah Shalat Dua Belas Rakaat selain Shalat Fardu •Pahala Dua Rakaat Sunnah Fajar •Pahala Shalat Empat Rakaat Sebelum Zuhur dan setelahnya •Pahala Shalat Empat Rakaat sebelum Asar •Pahala Shalat Witir •Pahala Orang yang Tidur dalam Keadaan Suci •Pahala Zikir Bangun Tidur •Pahala Qiyamu Lail •Pahala orang bangun malam dan membangunkan keluarganya •Pahala sepertiga malam terakhir •Pahala orang yang berniat shalat malam lalu ia tertidur •Pahala orang yang meninggalkan kebiasaannya karena tertidur lalu menggantinya •Pahala shalat duha •Pahala shalat istikharah •Pahala shalat tasbih •Pahala shalat tobat •Pahala shalat hajat •Pahala sujud tilawah SHALAT JAMAAH •Pahala shalat jamaah •Pahala shalat jamaah selama empat puluh hari •Pahala keluar rumah dalam keadaan berwudhu untuk shalat jamaah •Pahala shalat Isya dan subuh berjamaah •Pahala membaca amin bersamaan dengan malaikat •Pahala shalat jamaah di saf pertama •Pahala shalat di bagian kanan saf •Pahala menyambung saf atau mengisi celah •Pahala Berjalan ke Masjid untuk Shalat •Pahala Berjalan Ke Masjid Ketika Gelap •Pahala orang yang tetap di masjid dan duduk di dalamnya untuk kebaikan •Pahala orang yang duduk di masjid menunggu shalat •Pahala duduk berzikir setelah shalat subuh sampai matahari terbit •Pahala shalat di Masjidil Haram dan masjid Madinah yang mulia •Pahala Shalat di Masjid Baitul Makdis •Pahala shalat di Masjid Quba’ •Pahala membangun masjid karena Allah •Pahala menyapu dan membersihkan masjid SHALAT JUMAT •Pahala shalat Jumat •Pahala berjalan menuju shalat Jumat, mandi, dan memakai wangi-wangian •Pahala menghadiri shalat Jumat lebih awal •Pahala berzikir banyak-banyak usai shalat Jumat •Pahala berdoa di hari Jumat •Pahala membaca surah al-Kahfi di hari Jumat •Pahala bershalawat untuk Rasulullah pada hari Jumat ZAKAT DAN SEDEKAH •Pahala menunaikan zakat •Pahala sedekah •Macam-macam sedekah dan pahalanya •Pahala bendahara yang tepercaya •Pahala panitia zakat yang jujur •Pahala bersedekah diam-diam •Pahala sedekah orang fakir •Pahala orang yang diberi rezeki pas-pasan lalu dia rela (kanaah), bersabar, dan menjaga diri •Pahala bersedekah kepada sanak famili •Pahala perempuan yang bersedekah dengan harta dan izin suami •Pahala sedekah kepada kerabat yang memusuhi •Pahala orang yang meringankan beban orang miskin atau menunda jatuh tempo utangnya atau membebaskannya dari utang. •Pahala memaafkan kekurangan pembayaran •Pahala membatalkan transaksi terhadap seorang muslim •Pahala mempermudah dalam menunaikan atau menuntut hak •Pahala berutang sambil berniat melunasinya PUASA •Pahala Puasa •Pahala Puasa Ramadan dengan iman dan harapan pahala •Pahala bangun malam di bulan Ramadan •Pahala Lailatul Kadar •Pahala sahur •Pahala Segera Berbuka •Faidah berbuka dengan kurma atau air •Pahala berdoa ketika berbuka •Pahala memberi makanan berbuka •Pahala memberi makan orang yang tidak berpuasa •Pahala zakat fitrah PUASA SUNNAH •Pahala orang yang berpuasa enam hari setelah Ramadan •Pahala puasa dan ibadah lain dalam sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah •Pahala puasa Arafah •Pahala puasa bulan Allah, bulan Muharam •Pahala puasa Asyura (tanggal sepuluh Muharam) •Pahala puasa bulan Syakban •Pahala puasa tiga hari tiap bulan •Pahala puasa Senin-Kamis •Pahala puasa Daud HAJI DAN UMRAH •Pahala Haji •Pahala Umrah •Pahala keluar menuju haji atau umrah lalu meninggal •Pahala menafkahkan harta untuk haji dan umrah •Pahala Talbiah •Pahala tawaf •Pahala wukuf di Arafah •Pahala mencukur rambut •Pahala berkurban •Pahala minum air zamzam JIHAD •Pahala meminta kesyahidan dengan sungguh-sungguh •Pahala berjihad di jalan Allah •Pahala debu jihad •Pahala membunuh orang musyrik di peperangan •Pahala mati syahid di jalan Allah •Pahala berjaga di jalan Allah •Pahala nafkah di jalan Allah •Pahala menyiapkan orang berjihad atau membantu keluarganya JENAZAH •Pahala berharap menjumpai Allah •Pahala mengucapkan tahlil ketika sakratulmaut •Pahala menyalati jenazah dan menghadiri pemakamannya •Pahala dishalati seratus orang •Pahala dishalati empat puluh orang •Pahala dishalati tiga saf •Pahala dipuji setelah mati •Pahala bertakziah kepada seorang muslim atau muslimah •Pahala mengucapkan kalimat tarji’ •Pahala memandikan dan mengafani orang mati •Pahala mati karena penyakit sampar •Pahala orang mati sakit perut dan tenggelam •Pahala orang mati terbakar, terkena reruntuhan, radang dada, dan melahirkan •Pahala terbunuh membela harta, nyawa, agama dan keluarga SABAR •Pahala bersabar atas bala •Pahala bersabar atas kematian orang tercinta •Pahala bersabar atas kematian anak •Pahala bersabar kehilangan penglihatan •Pahala bersabar atas penyakit ayan •Pahala bersabar atas rasa sakit •Pahala mengucapkan kalimat-kalimat ini ketika sakit •Pahala berdoa empat puluh kali ketika sakit dengan doa Nabi Yunus •Pahala menjenguk orang sakit BERBAKTI KEPADA ORANGTUA DAN SILATURAHIM •Pahala berbakti kepada kedua orang tua •Pahala Silaturahim •Pahala mendidik anak atau saudara perempuan dan berbuat baik kepada mereka •Pahala seorang ibu yang mendidik anak-anaknya •Pahala menafkahi anak yang dicerai •Pahala menyantuni para janda dan orang miskin •Pahala menanggung anak yatim •Pahala mengelus kepala anak yatim •Pahala kesetiaan seorang istri kepada suaminya •Pahala berbuat baik kepada perempuan •Pahala berbuat baik kepada tetangga •Pahala memuliakan tamu •Pahala mengunjungi saudara BUDI PEKERTI •Pahala berbaik budi •Pahala malu •Pahala jujur •Pahala rendah hati •Pahala kasih sayang •Pahala berlemah-lembut •Pahala meninggalkan marah •Pahala menahan marah •Pahala memaafkan orang zalim •Pahala menutupi aib seorang muslim •Pahala melindungi kehormatan seorang muslim •Pahala diam dan tidak banyak bicara kecuali yang baik •Pahala tidak pamer dan tidak bohong •Pahala tidak meminta-minta •Pahala menepati janji •Pahala mengucapkan salam kepada sesama muslim •Pahala berjabat tangan •Pahala berwajah berseri-seri •Pahala berkata baik-baik ZIKIR •Pahala berzikir •Pahala membaca Al-Quran •Pahala membaca surah atau ayat tertentu •Pahala doa •Pahala istigfar •Pahala kalimat tauhid lâ ilâha illallâh •Pahala syahadat •Pahala lâ ilâha illallâh wahdahû lâ syarîka lah •Pahala mengucapkannya sepuluh kali •Pahala mengucapkannya seratus kali •Pahala mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir •Pahala haukalah (kalimat lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh) •Pahala subhânallâh wa bihamdihî •Pahala seratus kali subhânallâh wa bihamdihî •Pahala subhânallâh wa bihamdihî subhânallâhil ‘azhîm •Pahala shalawat atas Nabi •Pahala menghafal nama-nama indah Allah •Pahala zikir yang berlipat ganda •Pahala majelis zikir •Pahala zikir pagi dan sore •Pahala zikir-zikir ketika hendak tidur •Pahala zikir keluar rumah •Pahala doa masuk masjid •Pahala doa masuk rumah •Pahala doa memakai baju baru •Pahala doa ketika terjatuh dari kendaraan •Pahala doa selesai majelis •Pahala berzikir di pasar •Pahala doa melihat bala •Pahala doa di persinggahan •Pahala doa ketika waswas PAHALA BELAJAR DAN MENGAJAR •Pahala menunjukkan kebaikan •Pahala bersyukur kepada Allah •Pahala takut pada Allah •Pahala menangis karena takut pada Allah •Pahala berbaik sangka kepada Allah •Pahala mencintai karena Allah •Pahala memenuhi kebutuhan saudara sesama muslim •Pahala membuat senang seorang muslim •Perbuatan-perbuatan yang menarik ke surga •Pahala berdamai •Pahala hati pengasih •Pahala menyayangi binatang •Pahala memutuskan perkara dengan adil •Pahala pedagang yang jujur nan tepercaya •Pahala budak bila menunaikan hak Allah dan tuannya •Pahala menjaga kemaluan •Pahala rambut beruban •Pahala orang makan sambil bersyukur

    Ensiklopedia Pahala

    Rp 65,000 Rp 58,500
  • Energi Ibadah : Selami Makna Raih Kematangan Batin Dalam Buku Energi Ibadah ini, Murtadha Muthahhari menjelaskan makna sejati ibadah. Menurutnya, ibadah adalah jantung kehidupan. Ibadah merupakan ketetapan langit yang dilengkapi dimensi keduniaan. Segala bentuk ibadah mengandung sisi pribadi sekaligus ciri sosial yang kental. Karenanya, jika kita rajin beribadah namun tidak memiliki kepekaan sosial, ibadah kita tidaklah bermakna. Jika kita taat beribadah kepada Allah namun masih mengabaikan bahkan memerkosa hak-hak orang lain, ibadah kita sia-sia belaka. Senada dengan Muthahhari, pada bagian kedua buku ini, Syekh Tosun Bayrak menguraikan betapa ibadah merupakan aktivitas pendekatan diri yang mesti berbuah kasih sayang pada sesama. Lebih jauh, Syekh Tosun memaparkan prinsip-prinsip penting yang harus kita pegangi dalam beribadah, juga hikmah luar biasa di balik ibadah-ibadah utama (salat, zakat, puasa, dan haji). Buku Energi Ibadah ini akan membantu Anda memperdalam makna ibadah yang saban hari Anda jalani. Dengan semakin kaya makna, semakin mudah Anda menghayati ibadah. Buku ini juga bisa membantu Anda menakar kualitas ibadah dan memaksimalkan energi penghambaan diri kepada Ilahi

    Energi Ibadah

  • Firasat Muhammad : Engkau Benar, Ya Rasul. Peristiwa Yang Engkau Isyaratkan Menjadi Fakta Sejarah Setiap nabi atau rasul senantiasa dibekali bukti dan mukjizat untuk menguatkan kenabian dan kerasulan, untuk membantah orang-orang yang menuding kenabian dan kerasulan tersebut sebagai kebohongan. Di antara bukti dan mukjizat kenabian Rasulullah Muhammad adalah kemampuannya “weruh sakdurunge winarah” atau mengetahui sebuah peristiwa sebelum terjadi. Atau, kemampuannya mengetahui sebuah peristiwa tanpa harus berada di tempat—atau hadir pada masa—peristiwa itu terjadi. Banyak informasi tentang peristiwa sebelum masa Nabi atau peristiwa yang tidak dihadiri oleh Nabi pada masa Nabi sendiri yang diketahui oleh Nabi melalui wahyu, termasuk peristiwa masa depan setelah Nabi wafat. Semua itu sebagai bukti dan mukjizat untuk mengikis keraguan orang-orang atas kenabian dan kerasulan beliau. Di antara peristiwa yang terjadi sepeninggal Nabi dan telah beliau isyaratkan sebelumnya adalah perihal kesyahidan Umar, Utsman, Ali, dan Husain ibn Ali, perihal kepemimpinan Muawiyah, perihal penyebaran Islam ke penjuru dunia, sampai perihal merebaknya gejolak umat seperti di Yaman dan Syria saat ini. Buku Firasat Muhammad ini memaparkan perihal firasat Nabi semasa hidup dan menjadi fakta setelah beliau mangkat. Juga perihal kemampuan Nabi mengetahui peristiwa-peristiwa yang dirahasiakan atau rencana-rencana yang disembunyikan namun dikuak oleh Nabi, hingga para pelakunya menyadari karamah beliau dan akhirnya menyatakan keislaman. Inilah buku yang akan meneguhkan keimanan kita kepada Allah dan menambah kecintaan kita kepada Muhammad Rasulullah.

    Firasat Muhammad

    Rp 39,000
  • Sale!
    Jalan Orang Bijak : Adab Berinteraksi Dengan Allah Dan Sesama “Sungguh, segala perbuatan tergantung niatnya.” Demikian sebuah bunyi hadis terkenal. Niat adalah persoalan hati; lurus atau menyimpang suatu niat tergantung pada kemampuan si pelaku dalam mengendalikan hati. Maka, salah satu modal penting untuk beramal adalah mengetahui cara menguasai hati dan mengenali segala hal yang dapat menyimpangkannya. Namun, niat yang lurus saja belum cukup. Kesesuaian pelaksanaan sebuah amal dengan tuntunan agama juga menentukan sah-tidak sah amal tersebut. Buku Jalan Orang Bijak ini menyoroti kedua aspek amal tersebut. Di samping memberikan panduan agar niat tetap berada pada relnya, Imam al-Ghazali juga menguraikan secara terperinci berbagai adab yang harus diperhatikan dan diamalkan dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari, baik dalam beribadah kepada Allah maupun dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Pada banyak tempat, Sang Hujjatul Islam ini menyertakan doa-doa yang penting dibaca.

    Jalan Orang Bijak

    Rp 59,000 Rp 53,500
  • Sale!
    Islam Dan Urusan Kemanusiaan : Konflik, Perdamaian Dan Filantropi Kehadiran lembaga-lembaga kemanusiaan Muslim tidak hanya menggairahkan aksi-aksi kemanusiaan di lapangan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menumbuhkembangkan gagasan dan prinsip-prinsip kemanusiaan dalam Islam. Kendati demikian, di balik peran aktif lembaga kemanusiaan Muslim di ruang publik yang semakin meningkat, kajian mendalam tentang Islam dan masalah-masalah kemanusiaan, khususnya hukum humaniter, ternyata masih belum banyak dilakukan. Untuk itulah Buku Islam Dan Urusan Kemanusiaan ini dihadirkan. Penulis Buku Islam Dan Urusan Kemanusiaan ini mengajak kita membuka ruang dialog tentang apa sebetulnya yang disebut prinsip-prinsip kemanusiaan di kalangan Muslim. doktrin seperti apa yang membuat kerja-kerja kemanusiaan dalam lembaga-lembaga kemanusiaan Islam tumbuh subur; bagaimana kalangan Muslim memaknai hukum humaniter internasional, serta bagaimana semua itu diejawantahkan dalam aksi nyata, khususnya di Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara.

    Islam Dan Urusan Kemanusiaan

    Rp 75,000 Rp 67,500
  • Sale!
    Ikhlas Tanpa Batas : Belajar Hidup Tulus Dan Wajar Kepada 10 Ulama (Psikolog Klasik) Inilah buku yang menawari pembacanya sebuah ilmu rahasia. Ilmu rahasia yang menjadi kunci meraih kebahagiaan hakiki. Ilmu rahasia yang selalu disebut-sebut orang, namun sebetulnya tak banyak orang mengetahui hakikatnya. Ilmu rahasia yang telah diwariskan dari zaman ke zaman, tapi sebetulnya tak banyak orang yang tahu cara menimbanya. Ya, inilah buku tentang ilmu ikhlas. Ilmu ikhlas adalah ilmu yang lain dari yang lain. Orang yang merasa mendapatkannya boleh jadi telah kehilangannya pada saat yang sama. Orang yang mengklaim menguasainya dengan mahir berarti dia tak bisa menguasainya. Dan orang yang mengaku-aku bisa mengajarkannya adalah orang yang masih perlu belajar lagi tentangnya. Itulah mengapa tak habis-habis orang membahasnya dan selalu saja muncul buku yang mengulasnya. Tapi Buku Ikhlas Tanpa Batas ini mudah-mudahan jugalah buku yang lain dari yang lain. Membaca Buku Ikhlas Tanpa Batas ini, kita akan serasa tengah berguru. Berguru untuk mengais ilmu ikhlas ke para empu dengan menelusuri kitab-kitab para syekh dan imam dari berbagai zaman dan dari berbagai penjuru Dunia Islam—dari Bagdad hingga Turki, dari Damaskus hingga Maroko. Mulai dari Syekh al-Muhâsibî, Imam al-Ghazâlî, Syekh ‘Abd al-Qâdir al-Jaylânî, hingga Syekh Ibn Taymiyah dan Ibn ‘Athâ’illâh. Mereka mengajarkan kedalaman ilmu dan kearifan tentang keikhlasan, melebihi banyak ulama dan ustadz zaman ini. Setamat membacanya, kita akan mengerti betapa ajaran mereka bak untaian tasbih biji-bijinya sama dan sebangun namun sambung-menyambung dan saling mengisi dalam sebuah rangkaian rangkaian yang baru bermanfaat bila kita titi satu per satu, dari pangkal hingga ke ujung, dari awal hingga akhir. Belajar Hidup Tulus Dan Wajar Kepada 10 Ulama (Psikolog Klasik) • Imam al-Ghazâlî • Imam al-Hâkim al-Tirmidzî • Imam al-Nawawî al-Dimasyqî • Syekh al-Hârits al-Muhâsibî • Syekh ‘Abd al-Qâdir al-Jaylânî • Syekh Ibn ‘Athâ’illâh • Syekh Ibn Taymiyah • Syekh ‘Abd al-Rahmân al-Lajâ’î • Syekh ‘Abd al-Hamîd al-Anqûrî • Syekh Muhammad al-Birgawî Daftar isi Buku IKHLAS TANPA BATAS 1. PERBUATAN itu BERGANTUNG pada NIATNYA : Syekh Ibn Taymiyah (w. 728 H) 2. MAKNA NIAT TULUS : Imam al-Nawawî al-Dimasyqî (w. 676 H) 3. HAKIKAT NIAT, IKHLAS, dan KESUNGGUHAN : Imam al-Ghazâlî (w. 505 H) 4. Buatlah PAHALA BERLIPAT dengan NIAT : Imam al-Hâkim al-Tirmidzî (w. 320 H) 5. IKHLAS sebagai INTI AJARAN ISLAM : Syekh Ibn Taymiyah (w. 728 H) 6. IKHLAS sebagai RAHASIA : Syekh ‘Abd al-Rahmân al-Lajâ’î (w. 599 H) 7. CIRI-CIRI IKHLAS : Syekh ‘Abd al-Hamîd al-Anqûrî (abad 8 H) 8. IKHLAS versus RIA : Syekh Muhammad al-Birgawî (w. 995 H) 9. IKHLAS dalam BERTAUHID : Syekh ‘Abd al-Qâdir al-Jaylânî (w. 561 H) 10. IKHLAS dalam BERIBADAH : Syekh Ibn ‘Athâ’illâh (w. 709 H) 11. IKHLAS dalam MENERIMA REZEKI : Syekh ‘Abd al-Qâdir al-Jaylânî (w. 561 H) 12. IKHLAS dalam BERSEDEKAH : Syekh al-Hârits al-Muhâsibî (w. 243 H) 13. IKHLAS dalam MENGHADAPI KENYATAAN : Syekh ‘Abd al-Qâdir al-Jaylânî (w. 561 H) 14. IKHLAS di tengah PUJIAN dan CELAAN : Syekh al-Hârits al-Muhâsibî (w. 243 H) 15. Mengevaluasi NIAT, Menakar KETULUSAN : Syekh al-Hârits al-Muhâsibî (w. 243 H) Benang Merah: SENI BERNIAT BAIK Epilog: “KEJEBAK IKHLAS”: Tiga Tips Mencicip Ikhlas

    Ikhlas Tanpa Batas

    Rp 45,000 Rp 41,000
  • Jaddid Hayatak : Perbarui Hidupmu Petunjuk Islam Untuk Hidup Lebih Tenteram Dan Bahagia Tak sedikit orang yang ingin berubah dan membuka lembaran baru dalam hidup, dan sering kali mereka merencanakan memulai tekad itu pada situasi dan kondisi tertentu, menanti waktu dan tempat yang tepat—sementara mereka tidak tahu pasti kapan momentum itu datang. Mereka mengira, faktor-faktor yang mengubah hidup mereka ada di momentum-momentum tersebut. Mereka berharap, pada saat itulah mereka menemukan jalan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. “Itu hanya ilusi!” tutur Muhammad al-Ghazali, penulis buku ini. Perubahan hidup tidak ditunggu, tidak datang sendiri, dan tidak berada di luar diri. Kunci perubahan ada di diri Anda sendiri. Andalah subjek perubahan itu. Buku Jaddid Hayatak ini menggugah potensi terpendam diri kita dan menumbuhkannya menjadi kekuatan untuk memperbarui hidup. Setelah Dale Carnegie menggemparkan Barat dengan How to Stop Worrying and Start Living, al-Ghazali menggemparkan Timur Tengah dengan Jaddid Hayatak. Kedua karya motivasional ini sama-sama bestseller sampai hari ini, karena kandungannya menukik ke persoalan dasar manusia dan masih relevan dengan zaman kita. Tak jarang al-Ghazali mengutip pernyataan Carnegie sebagai pembanding dan penyanding. Bedanya, al-Ghazali berhasil meracik dengan apik mindset perubahan dan metode pembaruan diri yang bersumber dari mata air khazanah Islam yang kaya dan meyakinkan.

    Jaddid Hayatak : Perbarui Hidupmu

  • Jangan Biarkan Penyakit Hati Bersemi Hati kita adalah sumber cahaya batiniah, inspirasi, kreativitas, dan belas kasih. Seorang mukmin sejati, hatinya hidup, terjaga, dan dilimpahi cahaya . Namun, tak jarang hati terjangkiti penyakit sehingga hidup terasa sempit, gelap, dan gelisah. Selain tak terarah, perbuatan kita rusak dan berlumur keburukan. Sesungguhnya, sabda Rasulullah saw di dalam diri manusia ada sebuah organ. Jika ia baik, akan baik seluruh amalnya. Jika ia rusak, akan rusak seluruh amalnya. Ketahuilah, ia adalah hati, (HR Ahmad). Tak pelak, bila berbagai penyakit hati dibiarkan, ia akan membahayakan, baik bagi empunya maupun orang lain ia tak hanya meruntuhkan kebahagiaan di dunia, tapi juga menimbulkan kesengsaraan di akhirat. Buku Jangan Biarkan Penyakit Hati Bersemi ini memandu kita merawat hati berdasarkan Quran dan sunah. Setelah mengungkap penyebab timbulnya penyakit hati dan langkah-langkah praktis mengobatinya, Ibn Taymiyyah mengulas tuntas berbagai aktivitas hati yang perlu dilatih agar kita cerdas menangkap kebenaran dan mampu merasakan lezatnya iman. Inilah karya berharga sang dokter rohani dari generasi ulama klasik.

    Jangan Biarkan Penyakit Hati Bersemi

  • Kisah Hidup Umar ibn Khattab Pernahkah Anda mendengar seorang kaisar agung sang penakluk dua imperium besar, Romawi dan Persia yang tidak memiliki seorang ajudan pun. Rakyat kerap melihat ia tengah memanggul sekarung tepung dan gandum, sekantong minyak dan kurma, untuk ia bagi-bagikan ke rumah janda-janda dan anak-anak yatim. Sendirian! Itulah Khalifah Umar tokoh pemberani tapi penuh perhitungan dan suka bermusyawarah. Dialah hawri Rasul terdekat, orang tepercaya sekaligus penasihat utamanya. Dialah sahabat paling cemerlang, sang inspirator umat Islam. Dialah kaisar agung tetapi hidupnya lebih sederhana daripada seorang sahaya: makanannya roti juwawut atau kurma, minumnya air putih, ranjangnya alas tikar yang sudah lusuh. Pakaiannya penuh jahitan karena banyak robek. Al-Frq sang pembeda. Demikian julukan yang diberikan Rasulullah untuk Umar. Umar sangat menyukai dan kerap memakai julukan ini. Dijuluki demikian karena Umar dapat membedakan yang haq dan yang bathil, yang baik dan yang buruk. Rasulullah berkata, Allah telah menempatkan kebenaran pada lisan dan hati Umar. Dialah mampu membedakan yang hak dan yang batil, (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, al-Hakim). Al-Frq juga diartikan sebagai penjaga Rasulullah dan pencerai-berai barisan kaum kafir, musuh yang senantiasa membangkang dan melawan dakwah Islam. Saat Nabi berdakwah sembunyi-sembunyi, Umar bertanya, Ya Rasulullah, bukankah hidup dan mati kita dalam kebenaran? Ya! jawab Nabi. Jika demikian, mengapa kita diam-diam mendakwahkan ajaran kita? Demi Dzat yang mengutusmu atas nama kebenaran, saatnya kita keluar! Setelah itu, Nabi keluar bersama dua barisan sahabat, masing-masing dipimpin Umar dan Hamzah. Ketika mereka memasuki Kabah, tak satu pun orang Quraisy berani mengganggu mereka.

    Kisah Hidup Umar ibn Khattab

  • Kisah Hidup Abu Bakar Al-Shiddiq Tak pernah sekali pun Abu Bakar meragukan, apalagi meninggalkan, Rasulullah. Ia selalu memercayainya, bahkan ketika orang-orang berpaling� meninggalkan Nabi. Karena itulah ia dijuluki al-Shiddiq�yang jujur dan membenarkan. Tak heran jika Nabi murka ketika ada orang lain yang mengusik dan menyakiti hati Abu Bakar. Dialah laki-laki paling dicintai Nabi. Dialah yang dipercaya Nabi untuk memimpin shalat kaum muslim selama sebelas hari ketika beliau terbaring sakit. Selama masa kekhalifahannya yang singkat, Abu Bakar berhasil mengembalikan kemurnian dan keagungan Islam. Ia menyucikan Islam dari orang-orang yang membangkang, memberontak, dan berpaling darinya. Ia bersihkan orang-orang murtad, nabi-nabi palsu, dan mereka yang enggan membayar zakat. Buku Kisah Hidup Abu Bakar Al-Shiddiq ini menyuguhkan kepada pembaca hari-hari penting yang dilalui Abu bakr al-Shiddiq dalam kehidupannya. Buku ini menyajikan data-data historis yang paling sahih seraya tetap berpedoman pada konsep keadilan sahabat. Ketika karya-karya sejarah lain berdiri di salah satu sisi ketika menuturkan konflik yang terjadi di antara para sahabat Nabi, Buku Kisah Hidup Abu Bakar Al-Shiddiq ini tetap kukuh menghadirkan sosok para sahabat sebagai manusia-manusia utama, para pembela Nabi yang selalu mengikuti dan meneladaninya. (Dr. Musthafa Murad Guru Besar Universitas Al-Azhar, Kairo)

    Kisah Hidup Abu Bakar Al-Shiddiq

  • Sale!
    Kekuatan Takwa : Mati Sebagai Muslim Hidup Sebagai Pezikir Di mata Tuhan tak ada kelebihan suatu bangsa terhadap bangsa lain, suatu keluarga terhadap keluarga lain. Mereka diciptakan agar bisa saling mengenal. Dan, yang lebih mulia di sisi Tuhan adalah yang lebih bertakwa. Nilai kemuliaan seseorang terletak pada ketakwaannya.Namun, Alquran tidak memberikan definisi tentang takwa. Alquran hanya memberikan patokan-patokan tentang perbuatan yang lebih dekat pada takwa. Salah satunya QS al-Ahzâb [33]: 35.Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang qânit, laki-laki dan perempuan shâdiq, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang mutashaddiq, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah; maka Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang agung. Selain menegaskan kesetaraan jender, dalam ayat ini penulis mengungkap jenjang ketakwaan dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi, yaitu dari menjadi diri muslim hingga diri yang hidup meditatif (pezikir). Buku Kekuatan Takwa ini mengajak kita berperan serta dalam upaya memberdayakan umat dengan meningkatkan kualitas ketakwaan kita. Bangkit sebagai umat yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Umat yang bisa memberikan keteduhan bagi semua pihak. Umat yang mengerti hak hidup orang lain. Umat yang mampu memberikan kehidupan di bumi ini. Hanya dengan jalan beriman dan bertakwa secara konkret, Tuhan semesta alam akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi kepada hamba-hamba-Nya (QS 7: 96).

    Kekuatan Takwa

    Rp 55,000 Rp 49,500
  • Kisah Dan Hikmah Mikraj Rasulullah Mikraj Rasulullah sangatlah fenomenal dan kontroversial. Tak pernah tuntas dibahas. Dari sudut pandang spiritual-imaniah hingga perspektif rasional-ilmiah. Tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat Islam. Buku ini hadir mengajak kita menyimak langsung kisah mikraj dari Rasulullah saw. Imam al-Qusyairi membiarkan beliau menuturkan sendiri perjalanan-sakralnya ini sebagaimana direkam dalam banyak hadis sahih dan tepercaya. Dari kisah-kisah itu kita diantar menyibak rahasia di balik peristiwa luar biasa ini: Mengapa mikraj di malam hari? Mengapa harus menembus langit? Apakah Allah berada di atas? Mukjizatkah mikraj itu hingga tak bisa dialami orang lain? Ataukah ia semacam wisata ruhani Rasulullah yang patut kita teladani? Bagaimana dengan mikraj para nabi yang lain dan para wali? Bagaimana dengan mikraj kita sebagai muslim? Apa hikmahnya bagi kehidupan kita? Tak kalah menariknya, Buku Kisah Dan Hikmah Mikraj Rasulullah ini dilampiri Mikraj Abû Yazid al-Bisthami. Mikraj, bagi ulama kenamaan ini, merupakan rujukan bagi kondisi, kedudukan, dan perjalanan ruhaninya menuju Allah. Al-Bisthami menggambarkan rambu-rambu jalan menuju Allah, kejujuran dan ketulusan niat menempuh perjalanan spiritual, serta keharusan melepaskan diri dari segala sesuatu selain Allah. Di tangan al-Bisthâmî, kisah mikraj mengantar kita mengenal Allah dan menyaksikan-Nya

    Kisah Dan Hikmah Mikraj Rasulullah

  • Kisah Hidup Utsman ibn Affan "Ustman memiliki banyak watak yang penuh dengan kebaikan dan harga diri. Dari pribadinya memancar bau semerbak kasih sayang di mana pun Anda menjumpainya." (Syekh Khalid Muhammad Khalid) Utsman sedang membaca Al-Quran ketika beberapa orang merangsek memasuki kamarnya. Kitab suci itu tampak terbuka di hadapannya. Ia membacanya dengan khusyuk dan suara bergetar. Tidak keras, pun tak terlalu pelan. Para durjana itu memaksa Utsman menghentikan ngajinya. Tiba-tiba salah seorang meloncat ke hadapan Utsman dan berteriak, Antara aku dan engkau ada Kitabullah, seraya menebaskan pedang. Utsman menangkis sabetan itu hingga tangannya terbabat putus. Darah mengucur membasahi mushaf di hadapan Utsman, tepat mengenai firman Allah Swt.: Maka Allah akan memeliharamu dari mereka, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (al-Baqarah: 137). Dan terjadilah fitnah besar yang dinubuatkan Rasulullah saw.: Wahai Utsman, jika Allah memberikan kepemimpinan ini kepadamu suatu hari nanti, lalu orang-orang munafik menginginkanmu menanggalkan pakaian yang dikenakan-Nya kepadamu, jangan pernah kaulepaskan. Utsman mengikuti nasihat Nabi. Ia pegang teguh ucapan beliau sehingga tak sedikit pun tebersit rasa takut, benci, atau marah saat para pemberontak mengepung rumahnya, menghentikan pasokan air dan makanan bagi keluarganya, hingga akhirnya menerobos rumahnya dan membunuhnya. Dialah dzal-nrayn pemilik dua cahaya, orang yang pernah berhijrah dua kali sekaligus suami dari dua putri Rasulullah. Dialah khalifah yang lembut, penyabar, sangat santun, dan super dermawan. Dialah sahabat Rasulullah yang sangat pemalu hingga para malaikat pun merasa malu kepadanya.

    Kisah Hidup Utsman ibn Affan